Setiap sore hari saat Ramadan, aku selalu suka banget sama suasananya. Aku jadi kepikiran sama ide ngabuburit bersama keluarga dah.
Waktu menunggu bedug Maghrib yang bisa kuhabiskan dengan melakukan berbagai aktivitas bersama keluargaku kelak.
Ya elah. Jangan pada ketawa dulu! Aku tahu aku belum menikah. Keluargaku sekarang paling ya orang tua dan adikku.
Tapi, memangnya aku nggak boleh punya imajinasi ya, Geng? Boleh dong pasti.
Oleh karena itu, kutuliskan imajinasiku dalam artikel yang bertajuk ide ngabuburit bersama keluarga yang hemat dan bermakna.
Ide Ngabuburit Bersama Keluarga
Bagiku, ngabuburit nggak harus keluar kemana-mana. Nggak usah deh sibuk cari tempat ngabuburit yang seru dan ramai. Atau buka puasa bersama di luar rumah setiap hari.
Sebenarnya, kita menghadirkan ruang kecil di rumah. Di mana, kita bisa menghidupkan suasananya dengan percakapan intim, tawa, dan doa bersama keluarga. Itu sudah cukup lho.
Kalian sadar ‘kan, Geng? Kebahagiaan nggak selalu harus keluar biaya yang mahal. Malah, kadang bahagia bisa tumbuh dari hal-hal yang nampak sederhana.
Kelak, kalau aku sudah berkeluarga, aku punya beberapa ide ngabuburit bersama mereka yang hemat dan bermakna, di antaranya:
1. Memasak Menu Buka Bersama yang Nggak Hanya Sekedar Soal Makanan

Rasanya, aku sudah bisa membayangkan kondisi dapur kecilku yang hangat menjelang maghrib.
Kalau ada yang tanya tentang keseruannya, kurang lebih samalah kayak kalau Mama Mega live di TikTok bareng Ritsuki sambil masak.
Heboh ‘kan mereka? Nah, aku pinginnya sih more or less kayak gitu. Hehehe…
Anakku mungkin akan berdiri di kursi atau duduk di meja kayak Ritsuki. Ikut mengaduk adonan sambil sesekali ngerusuh nyolekin adonan buat dicobain. Hehehe….
Sementara aku akan sibuk menyiapkan bahan sambil ngomel melihat anakku nyolek adonannya. Terus, apa yang dilakukan oleh suamiku?
Oh, jangan menganggap beliau free dari tugas di dapur ya! Soalnya, aku akan memberinya tugas untuk memotong segala buah. ‘Kan rencananya, kami akan bikin es buah buat takjil.
Ceileh. Sampai segala bayangin mau bikin apa nggak tuh aku. Komplit dah pokoknya imajinasiku.
Anggap saja, kami sedang mencoba satu resep takjil simple gitu deh. Misalnya es buah dengan sirup rumahan atau kolak pisang dengan santan yang nggak terlalu manis.
Kalian tahu ‘kan, memasak menu buka puasa bersama keluarga tuh bukan soal hidangannya. Tapi, lebih ke prosesnya.
Anakku bisa belajar tentang banyak hal melalui proses ini, misalnya:
- soal menghargai makanan,
- kerja sama tim dengan emak bapaknya sebagai tim,
- nggak selalu bergantung pada jajan di luar
Yah, aku nggak akan masalah kalau seandainya kami bisa menikmati buka puasa bersama di luar sesekali.
Tapi, aku tuh tetap pingin anakku tahu bahwa rumah selalu bisa menjadi tempat paling hangat untuk berbagi hidangan.
2. Menjadikan Rumah sebagai “Tempat Ngabuburit” Paling Nyaman
Aku nggak bisa menyangkal. Aku juga pernah kok mencari tempat ngabuburit yang estetik atau rame hanya untuk menghabiskan waktu menunggu adzan maghrib.
Tapi, aku masih ingin menanamkan pada anakku bahwa ruang tamu sederhana, mungkin dengan tikar dan segelas air putih doang bisa kok jadi tempat ngabuburit terbaik.
Aku sudah bisa membayangkan kegiatan apa saja yang bisa kami lakukan selama proses menunggu. Duduk bersama, mungkin sambil membaca buku cerita Islami, atau saling berbagi cerita tentang apa yang paling disyukuri hari itu.
Biasa banget sih. Tapi, kalau menghabiskan waktu bersama keluarga ‘kan semakin merekatkan bonding di antara kami dong pasti. Benar nggak, Geng?
Aku tahu, di luar sana mungkin ada banyak sekali rekomendasi destinasi wisata keluarga untuk jalan-jalan menjelang buka puasa.
Bukan nggak mungkin juga aku bakal mengajak keluargaku mengunjungi salah satunya. Pasti akan sangat menyenangkan bagi anakku.
Tapi, ada hari-hari di mana aku ingin anakku belajar bahwa kebersamaan nggak selalu butuh ke luar rumah, mengeluarkan duit buat bayar tiket masuk dan sebagainya.
Kadang, ya cukup di rumah saja bersama keluarga.
3. Game Seru Keluarga Tanpa Gadget
Namanya juga anak-anak ya. Seringnya, mereka bisa sangat nggak sabar untuk menunggu waktu makan saat berpuasa.
Nggak masalah sama sekali. Aku dan suamiku mungkin akan mengajaknya bermain game seru keluarga.
Mainnya bisa apa saja. Katakanlah, tebak kata, sambung ayat pendek, atau permainan sederhana kayak ular tangga. Bahkan, permainan tebak menu buka hari ini pun bisa jadi hal kecil yang terasa menyenangkan lho.
Dengan begitu, mereka nggak akan ingat sama gawainya sama sekali. Bunyi notifikasi juga bakalan terhempas oleh tawa canda kami.
Pokoknya, akan kubuat mereka nggak sempet merengek minta nonton atau main di gawai.
Soalnya, aku juga punya harapan yang besar kalau mereka bisa belajar dari permainan kecil tersebut, kayak:
- Sportivitas
- Kerja sama
- Mengelola emosi saat kalah
Bukankah Ramadan juga begitu? Tentang melatih kesabaran? Iya nggak, Geng?
4. Ngobrol Tentang Ramadan, Dari Sahur Sampai Berbagi
Bagiku, hal yang paling utama saat menghabiskan waktu ngabuburit bersama keluarga adalah kebersamaan. Semacam obrolan santai yang bikin suasana makin terasa akrab.
Aku mungkin akan bertanya tentang pelajaran yang paling menyenangkan bagi anakku atau ada nggak sih teman yang sudah dia bantu hari itu?
Hey, diam kalian, Geng! Anakku masih piyik. Belum mengerti konsep pacaran. Makanya, aku belum akan menanyakannya. Hahaha…
Selain itu, aku juga pingin mengenalkan ke mereka pada konsep sederhana, kayak menyiapkan menu sahur praktis biar pagi nggak terasa terlalu buru-buru, misalnya:
- Overnight oats
- Nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan sejak malam
- Telur dan sayur tumis cepat
Dari kebiasaan kecil seperti ini, aku yakin kalau mereka bisa belajar tentang manajemen waktu dan tanggung jawab.
Dalam artian, ngabuburit bukan cuma momen untuk menunggu magrib, tapi juga waktu untuk refleksi kecil yang bisa menenangkan.
5. Aktifitas Ramadan Anak yang Kreatif dan Bermakna

Kayaknya, aktivitas anaknya cuma game doang. Ada lagi nggak aktivitas anak yang lain?
Oh, tentu ada dong, Geng. Kalian jangan meremehkan ideku soal anak. Ahay.
Selain mengajak bermain game, aku sudah membayangkan ada sudut kecil di rumah yang nantinya akan menjadi tempatku melakukan berbagai aktivitas Ramadan anak.
Ada banyak aktivitas seru dan menyenangkan yang bisa kami lakukan, misalnya:
- Bikin kalender Ramadan sederhana, di mana kami akan memberi tanda setiap hari yang sudah terlewati.
- Bikin kotak syukur yang bisa jadi tempat untuk setiap hal baik yang sudah kami tulis.
- Menggambar atau minimal mewarnailah. Objek gambar bisa apa saja, mau itu masjid, bulan sabit, atau pemandangan. Bebas.
Emang sih bukan hal yang istimewa. Tapi, aku percaya kenangan masa kecil yang menyenangkan bisa terbentuk dari ritual sederhana yang dilakukan berulang. Benar nggak, Geng?
6. Belajar Berbagi Lewat Takjil Sederhana
Terakhir, aku tuh mau mengajarkan sesuatu kepada anakku sekalian menciptakan momen tentang berbagi. Iya. Aku ingin membagikan takjil bersamanya.
Nggak usah banyak-banyaklah. Nggak usah beli juga. Cukup hasil dari kreasi resep takjil simple yang kami buat bersama saja.
Anakku bisa ikut mulai dari proses persiapan bahan, pembuatannya, pengemasan, sampai pembagian takjilnya. Dengan begitu, anakku bisa belajar menyapa dan berbagi.
Di era ketika banyak orang sibuk mencari tips liburan atau rencana jalan-jalan setelah Lebaran, aku ingin Ramadan tetap punya ruang khusus untuk menumbuhkan empati di hatinya.
Soalnya, aku percaya sebelum anakku bisa pergi jauh ke mana-mana, harus ada nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dulu dari rumah. Begitu, Geng!
Ngabuburit yang Ingin Kuciptakan Nanti
Saat ini, aku memang belum menikah. Rumahku juga sekarang masih sunyi saat menjelang magrib.
Tapi, bukan berarti aku nggak bisa berimajinasi tentang seperti apa suasana yang ingin kubangun nanti setelah berkeluarga ya, Geng.
Imajinasi kok ngabuburit bersama keluarga milih yang hemat.
Eits. Jangan sinis gitu ngomongnya! Ngabuburit yang hemat bukan berarti aku pelit kok. Terus, ngabuburit yang sederhana juga bukan berarti membosankan.
Justru dari kesederhanaan itu, aku ingin menghadirkan ruang aman bagi keluarga kecilku nanti. Tempat mereka bisa merasa didengar, dilibatkan, serta dicintai.
Mungkin suatu hari nanti, anakku akan selalu mengingat kalau Ramadan itu yang berkesan bukan makanannya. Tapi, waktu dia menunggu adzan maghrib bersama emak bapaknya.
Which is, itu aku dan suamiku.
Dan saat itu terjadi, aku tahu ngabuburit yang sederhana itu berhasil menjadi kenangan yang tak ternilai harganya buat anakku.
Gimana dengan kalian, Geng? Ngabuburit impian kalian seperti apa? Lebih suka yang di luar rumah, atau menciptakan kehangatan sendiri di dalam rumah nih?
Boleh dong ceritain di kolom komentar! Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat aktivitas tambahan ngabuburitku bareng keluarga di masa depan?

Ahahaha, andai istriku pun punya pemikiran seperti ini mbak. Daku akan sanstuyyy sekali mbak. Yha, walaupun kayaknya bakal tetep kebagian jobdesk ya, minimal motong2in buah.
Tapi sehari-hari, aku biasa beresin rumah si. jadi udah gak kaget lagi kalo disuruh apa-apapun. Toh, semua ujung rumah pun biasanya aku yg rapihin.
Tapi kenyaatannya, meskipun rumah udah rapi. Teteup weh, istri mah pengennya keluar. Gapapa gak beli apa-apa, ga ada tujuan kemana-mana. Yang penting keluar aja ngabisin bensin.
Nganu, bosen kali di rumah terus ya.
Maniiiiiis banget impian ngabuburit dengan keluarganya mbaaaa. Semogaaaa jodoh itu semakin mendekat yaaa 😉.
Aku sendiri hal2 di atas, ga pernah aku lakuin Ama kluarga. Masak bareng, games sambil nunggu buka, 😅😅😅.
Pertama Krn suami pun kerja, dan pulang selalu malam. Kedua, aku bukan tipe yg suka masak. Jadi ga mungkin menghabiskan banyak waktu nguprek di dapur 😂😂.
Yg ada aku kemungkinan besar ajakin anak2 jalan kluar menunggu buka 😅😅.
Inget banget dulu, zaman kecil msh ada film2 ttg kenabian sambil nunggu berbuka. Aku dan adik paliiing suka nonton itu. Sementara mama bikin takjil.
Kayaknya skr udh g da film2 begitu yaaa. Kalau semisal ada, aku ajak anak2 nonton bareng sih
In this ekonomi memperlakukan hemat sebagai ratu itu sebuah hal yang sangat bijaksana. Aku malah sangat setuju, di momen ramadhan di pergunakan untuk lebih terhubung dengan keluarga.
Menyiapkan buka puasa dan setiap pribadi ikut andil sambil berdialog santai tetapi bisa juga menyelipkan hal-hal yang berhubungan dengan nilai agama, itu sebuah penghargaan tertinggi pada waktu.
Aku sendiri kalau momen hari raya selalu berupaya untuk menghadirkan suasana itu, karena kalau hari-hari biasa akan tergerus dengan tuntutan harian. Selamat menjalankan ibadah puasa ya. Lancar dan berkah selalu.
Dulu saya sering ngajak krucil ngabuburit, Mbak. dulu bisa setiap sore. tapi sekarang paling seminggu sekali. Soalnya sekarang jalanan macet. Mau ke tempat asyik, juga penuh orang. mau beli takjil, itu yang enak pasti antre. Akhirnya pulang menjelang magrib. kalau macet ya telat sampai rumah. Akhirnya telat buka, telat asalat magrib, telat tarawih. Jadi saya sekali kalau paling seru dan aman itu ngangaburit itu di rumah bersama keluarga saja.
Smg ntr dpt pasangan yg sesuai dan bs segera merasakan Ramadhan penuh suka cita ya kak. Tp meski masih jomblo, keseruan Ramadhan emg bs tercipta dgn family time. Bs ngobrol, memasak bersama, tadarus, bersihkan rumah, tarawih bareng, dan hal2 positif lainnya yg makin mempererat suasana.
Ahh, semoga Doamu dikabulkan Tuhan mbak.
Biasanya menjelang berbuka, saya dan keluarga lebih sering main Uno, atau doddling pakai satu alat gambar entah krayon atau pensil warna bersama.
Kalau masak bareng biasanya saya yang banyak² elus dada (kudu sabar) akhirnya malah lama. Dulu pernah, sekarang udh berhenti.. wkwkkw…😂
Tapi apapun itu, ngabuburit itu jadi momen seru bareng keluarga. Juga, jadi momen kualiti time bareng².. 😍
Mudah-mudahan tersegerakan Mbak Yun segala cita-cita baiknya, termasuk impian indah ngabuburit bersama keluarga tercinta.
Kalau saya lumayan sering diajak anak-anak ngabuburit keluar buat hunting takjil. Tapi alhamdulillah masih hemat sih karena sebelum berangkat anak-anak di-briefing dulu untuk tidak kalap saat jajan nyari makan buat buka puasa dan alhamdulillah nya anak-anak belajar untuk memahami
Menjadikan rumah sebagai tempat ngabuburit memang asik lho, karena ada aja yang dikerjakan, seperti baca Quran, nonton tivi, bebenah, nyiapin makanan berbuka, yaaa banyak deh ya.
Wah seru sekali ide ngabuburitnya. Bisa aku contek buat diterapkan di rumahku. Kalau aku sendiri paling senang kegiatan menyiapkan buka puasa bareng-bareng. Dari kecil aku suka itu. Apalagi bagian menyiapkan takjil. Sekarang pun anakku suka bantuin nyiapin takjil.
Aku termasuk yang jarang ngabuburit ke luar rumah juga karena biasanya banyak banget keluar uangnya. Soalnya kan kalau di pasar Ramadan itu banyk banget pilihan makanan dan jadi pengen nyoba semua. Kalau soal aktivitas Ramadan jujur nih aku merasa bersalah karena nggak banyak ngasih kegiatan ke anakku huhu
Kebersamaan itu sangatlah penting apalagi di bulan Ramadan sehingga ngabuburit bersama menjadi sebuah kegiatan yang bermakna. Beribadah dan beraktivitas yang takkan terlupakan bersama keluarga sepanjang masa
Iya nih aku juga kalau jelang Ngabuburit pengennya no gadget
Makanya ini jadi hal penting yang perlu kami terapkan berdua dulu
Aku sama suami harus jadi contoh duluan
Alhamdulillah pelan pelan tapi memang butuh sabar
Ngabuburit yang bermakna bersama keluarga impian, insyaallah nanti akan sampai ke tahap ini ya, Mba. Ngebayangin kondisi di atas, sweet banget deh. Semua anggota keluarga dilibatkan menyiapkan takjil. Bisa saling bercengkrama no gadget ini yang masih jadi PR di keluarga saya Mba. Kayanya seneng banget kalau bisa quality time bersama.
Di era ekonomi kek sekarang mode berhemat dalam ngabuburit juga gak keliru kok mbak 😀
Kalau di keluarga kami yaaa sejauh ini masijh di rumah aja soalnya mumet kalau ngemol pasti banyak orang, udah gitu jelang Magrib mau cari mushola makin mumet penuh haha.
Kalau di dapur juga kami bagi2 tugas, anak2 juga gak ketinggalan dikasi tugas supaya mereka berkontribusi dalam menyiapkan makanan berbuka 😀
Main game yang tanpa gadget juga mempererat bonding antar keluarga yaa.
Bisa juga melibatkan semua anggota keluarga buat merencanakan menu sahur atau buka atau takjil dan camilan2nya 😀
Saya dan keluarga termasuk tim yang jarang harus rutin keluar rumah untuk ngabuburit
Kebanyakan ya di rumah aja.
Klo pengen jajan biasanya ya cari di dalam komplek, ada banyak yang jualan juga
Lebih hemat jadinya
Wah semoga impian ngabuburitnya lekas terwujud yaa.. kalau aku tiap hari nyap nyapin anak biar nggak main ponsel terus dan beralih ke baca buku dan ngaji, sore biasanya mereka jogging atau sepedaan…
Ngabuburit saya nyari takjil mba, seru aja gitu jalan jalan ke tempat ramai nyati makanan jajanan buat berbuka 😁😁. Tapi kalau di rumah yaa masak dan menyiapkan takjil bersama suami jadi lebih mendekatkan juga niih.
Waduh asik banget ini bacanya Mbaaa.. so far saya pribadi masih jauh nih dari ide seru ini. Sampai saat ini masih sama aja rutinitasnya seperti hari biasa, hanya lebih diperbanyak ibadah dan tidak makan minum. Jadi keidean mau ngabuburit seru juga sama anak anak