Skip to content

Tempat Berbagi Ide

Tempat Ide Numpuk, Eksekusi Nunggu Mood.

Menu
  • Home
  • Tentang Tempat Berbagi Ide
  • Bisnis
    • Blogger
  • Hobi
    • Menulis
    • Traveling
  • Pengembangan Diri
  • Teknologi
Menu
ide menulis datang saat mencuci piring

Ketika Ide Menulis Datang Tapi Mood-nya Ngajak Libur

Posted on Juli 26, 2025Februari 17, 2026 by admin

Bagi seorang blogger sepertiku. Ide menulis bisa datang kapan saja. Sayangnya, soal eksekusi. Itu masalah lainnya. Tergantung mood yang seringnya minta liburan.

Baru-baru ini, kalau kalian ingat tentang lomba ASUS. Aku tuh sebenarnya sudah dapat ide sejak lama. Kalau nggak salah ingat sih, waktu itu aku lagi berantem sama tumpukan piring kotor di wastafel.

Seperti biasa, air keran mengalir deras, busa sabun berlimpah, dan pikiranku melanglang buana kemana-mana.

Ibarat kata, tanganku boleh saja sibuk menggosok panci bekas menanak nasi tadi pagi. Tapi, ide artikel buat lomba ASUS nggak mau diem dan memutuskan untuk nongol di kepalaku saat itu juga.

Sebenarnya, aku tuh nggak papa banget mau disapa sama ide kapan pun. Cuma kalau pas nyuci piring ‘kan eksekusinya jadi terlambat. Belum lagi habis itu, aku masih kudu bantuin emakku nyiapin makan malam keluarga.

Yaweslah, pas aku bisa duduk tenang di depan laptop, eh mood-ku langsung ngacir entah kemana. Mana barengan sama ide menulis artikel yang tadi udah lengkap dengan judul dan poin-poin yang mau kutuliskan.

Aku bukannya nggak nyoba untuk mengingat detailnya. Tapi, yang ada hanya bayangan samar. Terus, aku jadi bingung mau menuliskannya dari mana. Let’s say goodbye sama ide buat lomba ASUS.

Pernah nggak sih, kalian mengalami hal serupa? Momen di mana ide artikel yang brilian muncul pada waktu yang sangat nggak tepat. Lalu hilang begitu saja karena kita terlalu lelah atau malas untuk mencatatnya?

Table of Contents

Toggle
  • Ide Menulis Datang Suka-suka, Sayangnya Mood Nulis Nggak Bisa Dipaksa
  • Kenapa Mood Bisa Libur?
    • 1. Kelelahan Fisik dan Mental
    • 2. Overthinking dan Perfeksionisme Berlebihan
    • 3. Distraksi Media Sosial dan Segala Kenikmatan Scrolling
    • 4. “Aku Cuma Pengen Scroll Meme Aja”
  • Trik Ngakalin Mood yang Malas Gerak
    • 1. Tulis Seadanya, Jangan Nunggu Sempurna
    • 2. Gunakan Timer 10 Menit aja Buat Mulai
    • 3. Tulis Pakai Gaya Bercanda Biar Nggak Merasa “Menulis”
    • 4. Kalau Mentok, Bikin Draft Berjudul “Tulisan ini Ditulis Saat Males”
  • Akhirnya… Nulis Juga. Tapi Bukan yang Tadi
  • Kesimpulan

Ide Menulis Datang Suka-suka, Sayangnya Mood Nulis Nggak Bisa Dipaksa

mood ngajak libur saat mau menulis
mood ngajak libur saat mau menulis

Ide menulis memang sering datang di waktu yang nggak terduga. Seolah muncul begitu saja dari langit biru. Kayak yang kuceritakan di awal tadi. Lagi cuci piringpun dia muncul.

Tapi, di situlah tantangannya. Ide bisa datang suka-suka. Tapi, mood menulis nggak bisa kupaksa.

Ibaratnya, aku sudah punya semua bahan masakan premium dan resep sempurna di kepalaku. Tapi mood untuk masuk dapur dan mengolahnya justru menghilang entah ke mana.

Ada semacam disonansi antara semangat ide yang membara dengan kenyataan bahwa jari-jari mendadak terasa berat. Kalau sudah gitu, layar kosong di depan mata terlihat jauh lebih menakutkan daripada menarik.

Akhirnya, banyak ide cemerlang yang hanya berakhir sebagai poin-poin singkat di catatan ponsel, draft kosong di laptop, atau bahkan hanya bayangan samar di ingatan.

Semangat yang tadinya meluap-luap, eh menguap begitu saja. Terganti oleh keinginan untuk melakukan hal lain yang kurasa lebih ringan atau menghibur. Jujur deh! Kalian gitu juga nggak sih?

Kenapa Mood Bisa Libur?

Aku sering banget mengalami mood buat menulis kayak sinyal Wi-Fi. Ada kalanya kencang banget, bisa ngebut ngetik tanpa henti. Tapi, lebih sering, dia itu kayak sinyal yang putus nyambung, atau parahnya, hilang pas lagi kubutuhkan banget!

Coba bayangkan deh! Ide sudah ada di kepalaku, tapi mood-nya malah ngajak rebahan sambil scroll TikTok. Kok bisa, ya?

Sebenarnya, ada beberapa “tersangka utama” di balik kaburnya mood menulisku. Ini dia beberapa di antaranya, yang mungkin juga sering kamu alami, antara lain:

1. Kelelahan Fisik dan Mental

kelelahan fisik dan mental bikin mood menulis hilang
kelelahan fisik dan mental bikin mood menulis hilang

Ini yang paling sering jadi biang keladi. Setelah seharian beraktivitas, otak dan badan rasanya sudah minta “mati suri”.

Ide boleh berkelebat, tapi energi untuk menuangkannya sudah nggak ada lagi. Boro-boro nulis, mikir besok mau makan apa saja sudah bikin pusing.

2. Overthinking dan Perfeksionisme Berlebihan

Nah, ini penyakit para penulis. Sebelum nulis satu kata pun, otakku sudah sibuk mikirin: “Apakah ide ini cukup bagus?”, “Nanti bahasanya baku banget nggak ya?”, “Jangan-jangan pembaca blogku nggak suka?”

Akhirnya, karena terlalu banyak mikir dan ingin sempurna, malah jadi stuck dan nggak mulai-mulai nulisnya. Aku malah merasa ide seolah jadi beban, bukan motivasi.

3. Distraksi Media Sosial dan Segala Kenikmatan Scrolling

distraksi media sosial bikin mood menulis buyar
distraksi media sosial bikin mood menulis buyar

Tahu nggak? Apa sih godaan terbesar di era digital? Ketika mood menulisku lagi tipis-tipis, tiba-tiba notifikasi Instagram muncul. Terus aku malah lanjut nonton video lucu di TikTok.

Eh, tahu-tahu sudah satu jam lebih, aku cuma scrolling medsos doang!

Padahal niatnya cuma mau “cek sebentar” biar refresh. Jadinya ide yang harusnya kutulis malah terlantar. Ini sih bukan mood libur, tapi mood pengen healing di alam maya.

4. “Aku Cuma Pengen Scroll Meme Aja”

Nah, kalau ini adalah level tertinggi dari kemalasan yang jujur. Terkadang, mood menulis itu nggak libur karena alasan kompleks, tapi memang murni karena otakku cuma pengen hiburan instan.

Melihat meme-meme lucu, video kucing, atau drama receh di linimasa terasa jauh lebih memuaskan daripada bergelut dengan deretan kata di layar putih.

Jadi, intinya, mood menulis itu punya “jadwal” libur sendiri yang kadang nggak sinkron sama jadwal ide kita. Mungkin dia butuh liburan, atau mungkin dia butuh sedikit “paksaan” yang manis untuk mau kuajak kerja sama.

Trik Ngakalin Mood yang Malas Gerak

Aku tuh tahu banget rasanya. Ide sudah di ujung lidah, tapi mood menulis malah kayak mager gitu.

Ibaratnya, otakku sudah ngegas 100 km/jam, tapi tangan rasanya mendadak seperti rem. Rasanya sebal, ‘kan? Apalagi kalau deadline sudah di depan mata. Makin nggak karuan deh.

Tapi ya, jangan putus asa dulu, Best! Ada beberapa trik jitu yang selalu kupakai buat ngakalin mood yang lagi ogah-ogahan itu. Ini dia beberapa cara yang sering kupakai dan lumayan ampuh, antara lain:

1. Tulis Seadanya, Jangan Nunggu Sempurna

tulis seadanya jangan menunggu sempurna
tulis seadanya dulu, jangan menunggu sempurna

Trik paling dasar tapi sering kulupakan. Tulis seadanya dulu! Nggak perlu nunggu ide sempurna.

Gimana ya? Aku tuh seringkali terhambat karena terlalu banyak mikir, “Nanti tulisanku bagus nggak ya?”, “Apakah kalimat ini sudah pas?”.

Udah bisa nebaklah ya apa yang terjadi kemudian. Aku malah nggak nulis apa-apa. Coba deh, buang jauh-jauh pikiran perfeksionis itu!

Misal, aku lagi dapat ide buat nulis artikel untuk lomba ASUS. Meskipun aku nggak paham banyak istilah soal laptop AI, ya udah aku menulis saja.

Seenggaknya, aku tulis semua keresahanku sebagai blogger digital nomad. Pinginnya punya laptop yang baterainya tahan seharian, memudahkan semua pekerjaan kreatif, dan lain-lain.

Terus, aku analisis dah tuh fitur-fitur di laptop ASUS Zenbook S14 OLED yang bisa memfasilitasi semua keinginanku. Pokoknya mah aku tulis semuanya dulu deh.

Meski kata-katanya campur aduk, ada yang baku, ada yang slang. Bahkan banyak typo di sana-sini. Tapi, begitu aku berhasil nulis satu paragraf, eh, kok jadi keterusan?

Ternyata, kuncinya memang cuma mulai saja dulu! Hasilnya, nanti bisa kurapikan belakangan. Yang penting, ada dulu tulisan yang bisa kuedit, daripada nggak ada sama sekali.

2. Gunakan Timer 10 Menit aja Buat Mulai

set timer untuk mulai menulis
set timer untuk mulai menulis

Kalau mood lagi males-malesnya, kadang membayangkan harus nulis berjam-jam itu rasanya berat banget. Coba deh trik ini! Atur timer 10 menit. Jangan lebih!

Misal begini, aku lagi punya proyek menulis artikel. Katakanlah untuk klien yang punya bisnis fashion. Sayangnya, aku malah stuck berhari-hari. Nggak punya ide menulis sama sekali.

Aku coba deh tuh, atur timer 10 menit. Terus bilang ke diri sendiri, “Cuma 10 menit, nggak bakal kerasa.”

Dan benar saja! Begitu timer udah kumulai, entah kenapa otak langsung mode “on”. Aku fokus nulis apa saja yang terlintas. Begitu 10 menit berlalu dan timer bunyi, seringkali aku sudah nulis lebih banyak dari yang kukira. Bahkan kadang keterusan sampai setengah jam!

Kuncinya adalah membuat tugas menulis terasa nggak terlalu menakutkan di awal. Singkat gitu deh.

3. Tulis Pakai Gaya Bercanda Biar Nggak Merasa “Menulis”

tulis dengan gaya santai
tulis artikel dengan gaya santai

Kadang, beban “menulis artikel serius” itu bikin mood-ku jadi ciut. Ada perasaan tentang apakah aku bisa menulis dengan baik atau nggak. Nah, kenapa nggak kucoba mengubahnya jadi kegiatan yang lebih santai?

Aku tulis saja seolah lagi cerita ke teman. Bisa pakai gaya bercanda atau seperti ngobrol sama teman sehari-hari.

Misalnya begini, aku harus menulis review tentang suatu produk yang lumayan teknis. Tapi mood-ku lagi bete banget.

Akhirnya, aku coba nulis dengan gaya ngobrol, bahkan sesekali menyisipkan lelucon garing ala-ala aku sendiri. Hasilnya?

Aku jadi lebih enjoy dan nggak merasa terbebani. Paragrafnya jadi mengalir. Setelah selesai, baru deh kupoles bahasanya agar lebih sesuai dengan gaya artikel yang seharusnya.

Intinya, buat proses menulis jadi menyenangkan. Bukan seperti tugas berat.

4. Kalau Mentok, Bikin Draft Berjudul “Tulisan ini Ditulis Saat Males”

Ini trik paling jujur dan kadang justru paling efektif. Kalau benar-benar blank dan mood lagi pingin liburan.

Aku coba buka dokumen baru, kuberi judul “Tulisan Ini Ditulis Saat Males”, dan aku tulis saja apa yang ada di pikiranku tentang rasa malas itu.

Yah, meski nggak pernah kuposting ke blog hasil tulisannya. Hehehe…

Akhirnya… Nulis Juga. Tapi Bukan yang Tadi

akhirnya ide menulis artikel sudah terpublikasi di blog personal
akhirnya ide menulis artikel sudah terpublikasi di blog personal

Setelah berhari-hari struggle dengan ide yang itu-itu saja, akhirnya aku nulis juga. Tapi, bukan artikel yang tadi kupaksakan. Malah, artikel yang muncul secara spontan dari ide yang lebih segar dan menyenangkan.

Pernah gini juga nggak sih kalian? Niatnya nulis A, tapi akhirnya malah nulis B yang nggak kalah seru dan malah lebih lancar?

Kadang, memang ide yang datang suka-suka itu yang justru jadi penolong di saat mood lagi mentok lho.

Intinya, jangan memaksakan diri pada satu ide kalau mood sudah menolak. Siapa tahu, ide lain yang lebih segar justru menunggu untuk dieksekusi! Bener nggak, Best?

Kesimpulan

Jadi, begitulah kisah klasik para penulis konten kayak aku. Ide menulis datang suka-suka, seringnya di momen paling nggak tepat, tapi sayangnya mood menulis nggak bisa kupaksa.

Aku sudah tahu rasanya punya “bahan masakan” terbaik di kepala, tapi tangan malah ogah bergerak. Aku juga sudah kenal betul para “tersangka” yang bikin mood menulis jadi mager, mulai dari kelelahan, overthinking, sampai godaan scroll media sosial yang bikin aku lupa waktu.

Untungnya, aku nggak sendirian menghadapi fenomena ini. Ada banyak trik jenaka yang bisa kucoba, dari mulai menulis seadanya tanpa beban sempurna, pakai timer 10 menit buat pemanasan, nulis pakai gaya bercanda biar nggak tertekan, sampai bikin draft berjudul “Tulisan Ini Ditulis Saat Males” sebagai katup pelepas.

Dan kadang, keajaiban itu terjadi. Aku akhirnya nulis juga, tapi bukan ide yang ngotot kupaksakan di awal, tapi ide baru yang datang lebih segar dan bikin hatiku senang.

Intinya, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Menulis itu proses. Terkadang butuh sedikit rayuan, sedikit ngakalin, atau bahkan membiarkan ide lama berlalu demi menyambut ide baru yang lebih menyenangkan.

Yang penting, jangan sampai semangat menulis kita padam hanya karena mood lagi libur, ya!

Ngomong-ngomong, kalau kamu, paling sering dapet ide nulis di mana sih? Atau, mood-mu paling gampang ngambek karena apa? Bagi ide kalian di kolom komentar ya!

Catatan penting:

  • Disonansi berarti ketidaksesuaian, ketidakseimbangan, atau ketidakharmonisan. Ini adalah kondisi ketika ada dua elemen atau lebih yang seharusnya selaras, tapi kenyataannya nggak.
  • Semua gambar yang ada dalam artikel ini dibuat menggunakan AI Google Studio

8 thoughts on “Ketika Ide Menulis Datang Tapi Mood-nya Ngajak Libur”

  1. Farida Pane berkata:
    Oktober 8, 2025 pukul 4:01 am

    Betul, pokoknya nulis aja dulu. Biar otot-otot nulisnya tetap gerak. Ntar akhirnya jadi mood juga

  2. Nanik Nara berkata:
    Oktober 8, 2025 pukul 9:51 pm

    Masalah yang sama mbak, sayangnya kalau saya, kadang ya lanjut terus dengan tak menulis apapun, hingga lama nggak update blog.
    Membaca tulisan ini jadi ada pemicu lagi supaya bisa ngakalin kalau pas mau nulis, eh malah idenya udah lenyap

  3. Annie Nugraha berkata:
    Oktober 8, 2025 pukul 10:36 pm

    Duh lucu banget artikelnya Mbak Yuni. Cerita unik tapi begitulah kenyataannya ya. Ilustrasinya juga cakep-cakep loh. Suka banget saya ngeliatnya.

    Saya juga terkadang menemukan kejadian seperti ini. Meskipun terhitung jarang. Belajar dari pengalaman, saya akhirnya sering banget bawa block note kemana-mana atau bawa ponsel ke-2 yang memang tak gunakan khusus untuk motret atau mencatat dan merekam suara.

    Satu yang saya sangat setuju adalah TULIS AJA DULU SEADANYA. Nanti pas dibaca lagi, saat ide bernas itu datang, bisa kita lanjutkan. Jangan pulak kemudian sibuk dan bolak-balik ngedit. Kerjaan ini tuh sering banget bikin kita mati rasa dan enggan untuk melanjutkan tulisan. Apalagi terus ketemu banyak kesalahan. Yah bubar deh hahahaha.

  4. Maria G Soemitro berkata:
    Oktober 9, 2025 pukul 2:29 am

    hihihi kok sama,
    saya punya waktu menulis, tapi kok malah kedistraksi yang aneh-aneh
    bahkan video short Biel, anaknya Densu, saya pantengin

    kalo saya pakai target Mbak, sebulan harus bikin sekian tulisan
    Atau seperti sekarang, lagi gak enak body, saya mengharuskan menulis ketika kesehatan membaik sebelum akhirnya terkapar lagi 😀

  5. Catatan Adi berkata:
    Oktober 9, 2025 pukul 3:10 am

    Hehe, emang gitu mah penyakit blogger dan freelance writer lainnya, ide suka tiba-tiba ngilang entah kenapa, mood juga naik turun. Konsisten itu rasanya ga gampang emang ya mbak. Tetep semangat!

  6. Suci berkata:
    Oktober 9, 2025 pukul 3:54 am

    Semuanya sering terjadi hahhaa
    Yang paling sering adalah terdiktrasi skrol medsos dengan dalih cari referensi akhirnya keterusan
    daaan yaampuun keknya aku mau nyontek tipsnya nih, kasi judul “ditulis saat males” 😀
    BTW ilustrasinya kereeen bangeeet lucuuu

  7. Annisakih berkata:
    Oktober 9, 2025 pukul 9:57 am

    Boleh dicoba nih tipsnya mbak, soalnya draft tulisan banyak banget.. hasil ide muncul sekelibatan tapi lagi ga mood mikir panjang atau pas lagi ada kerjaan lain.

  8. Ping-balik: Apa Itu Journaling? Perjalanan Sunyi untuk Lebih Mengenal Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagiide.com adalah tempat curhat ide, eksperimen gagal, dan tips sok bijak. Kalau kamu suka belajar hal baru sambil ngakak (atau mengangguk sok paham), kamu bakal betah di sini.

Tempat Ide Numpuk, Eksekusi Nunggu Mood.

Authornya adalah Mis Yuni Bint Saniro ya. Mari kita bahas sesuatu dengan santai tapi tetap informatif.

Buat kolaborasi, kalian bisa kontak di email yuni.saniro1504@gmail.com

Artikel Terbaru

  • Hal Random yang Cuma Dipahami Sesama Blogger
  • Eksplore Bandung dari Atas Bandros Versiku Saat Pertama Kali Berkunjung
  • Realita Finansial Anak Sulung Perempuan
  • Homeschooling tu Solusi Pendidikan atau Pelarian dari Sistem?
  • Mau Jadi Content Writer? Kenali 7 Spesialisasinya Dulu
© 2026 Tempat Berbagi Ide | Powered by Superbs Personal Blog theme