Hai, Geng! Aku masih ingat banget gimana rasanya pas pertama kali memutuskan buat solo traveling.
Sudah pasti excited. Meski harus kuakui aku punya ketakutanku tersendiri.
Bayangin saja! Liburan sendiri. Nggak ada teman yang bisa kuajak buat ngobrol atau bertukar pendapat.
Agak susah emang. Ketambahan aku tuh buta arah. Bayang-bayang nyasar pasti ada. Takut merasa kesepian juga muncul. Khawatir salah booking hotel juga. Lengkap pokoknya.
Malahan, aku tuh sempat kepikiran gini. Apa aku terlalu nekat pergi liburan sendirian begitu ya?
Tahu nggak apa yang paling lucu, Geng?
Kebanyakan orang, termasuk aku juga, kalau mau solo traveling cuma sibuk milih destinasi wisata impian doang. Lupa sama hal yang paling pentingnya. Coba tebak apaan!
Iyes. Persiapan solo traveling untuk pemula.
Padahal, liburan sendirian tuh nggak cuma soal bisa berangkat ke tempat wisata. Tapi, soal gimana kita bisa bikin perjalanan terasa aman, nyaman, dan benar-benar bisa kunikmati.
Saranku, kalau kalian emang lagi merencanakan perjalanan pertama sendirian, jangan keburu checkout tiket ya! Ada beberapa hal yang mesti banget kalian siapkan terlebih dahulu.
Persiapan Solo Traveling untuk Pemula
Liburan sendirian jelas beda sama liburan bareng teman atau keluarga ya, Geng.
Pas liburan bareng teman atau keluarga, kalian selalu punya tempat untuk berbagi keputusan. Kalau tersesat, ada yang bantu cari arah.
Bingung mau makan apa? Ada teman yang bisa kalian ajak diskusi. Lha kalau kalian liburan sendirian?
Kalian menjadi satu-satunya navigator, planner, sekaligus problem solver. Nggak ada teman yang bisa kalian ajak sharing.
Tapi bagiku, justru di sinilah keseruan sekaligus tantangannya.
Percayalah, Geng! Persiapan yang matang tuh nggak akan bikin perjalanan kalian terasa kaku kok. Malahan, kalian akan merasa tenang. Terus bisa menikmati momen tanpa terus-menerus merasa khawatir.
Emang, apa saja sih persiapan solo traveling untuk pemula?
1. Mulai dari Destinasi yang Ramah Pemula

Geng, kalau kalian memutuskan liburan sendirian untuk pertama kalinya, saranku, jangan terlalu ambisius cari rekomendasi wisata ya!
Mending, kalian pilih destinasi yang mudah kalian jelajahi dulu. Atau coba deh pertimbangkan beberapa opsi sebagai berikut:
- kota dengan transportasi umum jelas,
- area wisata yang ramai,
- lingkungan yang relatif aman untuk traveler sendirian.
Kalau kalian bingung milihnya, bisa kok cari informasi dari blog travel dan baca pengalaman orang lain tentang rekomendasi wisata yang cocok untuk solo traveler pemula.
Percaya deh sama aku, solo traveling pertama bukan soal destinasi paling jauh. Tapi, tentang pengalaman liburan yang paling nyaman.
2. Susun Budget Biar Nggak Overthinking di Jalan
Siapa nih yang sampai sekarang masih berpikir kalau budget traveling cuma soal tiket dan hotel? Aku juga dulu berpikirnya begitu lho.
Ternyata, aku salah besar. Soalnya, ada banyak pengeluaran kecil yang sering terlupakan, antara lain:
- transportasi lokal,
- makan harian,
- tiket masuk wisata,
- kopi impulsif di kafe lucu,
- dan dana darurat (ini wajib!).
Oleh karena itu, kalian kudu banget susun budget yang benar. Estimasi kasar dulu sebelum berangkat juga boleh lho.
Bukannya kita mau hemat yang berlebihan sih. Tapi, kupikir kalian pasti mau menikmati perjalanan dengan tenang dan tanpa merasa bersalah sedikit pun. Benar nggak, Geng?
3. Booking Transportasi & Penginapan dengan Lebih Bijak
Aku punya pengalaman yang lumayan kasih pelajaran penting. Aku pernah dapat promo penginapan. Harganya emang murah banget. Tapi, tahu nggak apa yang terjadi?
Penginapannya ternyata nggak enak. Showernya ngadat. Sudah konfirmasi ke resepsionis, tapi mereka nggak tanggap. Akhirnya, acara mandiku jadi terganggu.
Maksudku, kalian nggak boleh tergoda harga murah tanpa melakukan riset ya! Murah boleh. Asal bukan yang murahan.
Yang perlu kalian tahu, saat liburan sendirian, lokasi penginapan menjadi faktor yang lebih penting ketimbang selisih harga. Saranku, pilih kriteria penginapan, sebagai berikut:
- dekat transportasi umum,
- punya review yang bagus,
- area sekitarnya hidup bahkan di malam hari.
Kalau aku mah biasanya membaca ulasan traveler lain sambil mencatat beberapa hal di jurnal kecil yang akhirnya jadi semacam catatan perjalanan pribadi gitu.
Dari situ aku belajar banyak hal, termasuk hotel mana yang ternyata nyaman untuk traveler sendirian.
4. Buat Itinerary yang Fleksibel

Tahu nggak sih, Geng? Ada satu kesalahan klasik yang sering dilakukan sama solo traveler pemula.
Mereka cenderung pingin mengunjungi banyak tempat dalam sekali liburan. Mentang-mentang cuma sendirian terus berpikir bisa fleksibel tanpa perlu saling menunggu.
Padahal, solo traveling itu bukan lomba checklist. Kalian juga butuh menikmati suasana liburan. Makanya, menurutku mending sisakan ruang untuk:
- nyasar-nyasar sedikit,
- duduk lebih lama di kafe,
- ngobrol dengan orang baru,
- atau sekadar menikmati suasana kota.
Kadang justru momen tanpa rencana beginilah yang paling membekas. Coba deh kalau nggak percaya, Geng!
5. Checklist Barang Wajib Solo Traveling
Liburan sendirian tuh nggak enaknya kalau ada barang yang ketinggalan. Kita bakalan kesusahan sendiri. Nggak ada teman yang bisa kita pinjamin.
Biar nggak menyusahkan diri sendiri, aku biasanya bikin checklist barang wajib untuk solo traveling, kayak dokumen penting dan barang praktis.
Apa saja dokumen penting yang perlu kubawa saat liburan sendirian?
- KTP atau Paspor
- tiket & booking hotel
- salinan digital di ponsel
Sementara itu, barang praktis yang biasanya akan selalu kubawa saat liburan, antara lain:
- power bank
- tas anti maling
- obat pribadi
- botol minum
- koneksi internet aktif
Setelah beberapa perjalanan, aku sadar bahwa membawa barang secukupnya jauh lebih menyenangkan ketimbang menyeret koper yang terlalu berat.
6. Persiapan Mental
Geng, kalian bisa bayangkan nggak apa tantangan terbesar saat solo traveling?
Urusan logistik? Sama sekali bukan. Tapi, perasaan. Kok begitu?
Saat liburan sendirian, kalian akan mengalami beberapa momen, contohnya:
- makan sendirian,
- berjalan tanpa teman ngobrol,
- atau merasa sedikit asing di tempat baru.
Awalnya memang aneh sih. Tapi, lama-lama kalian akan merasa sedikit bebas.
Hooh. Seenggaknya, kalian mulai bisa mendengarkan diri sendiri. Belajar bikin keputusan tanpa ragu.
Dengan begitu, sedikit banyaknya perjalanan itu akan mengubah cara pandang kalian.
Bahwa jalan-jalan sendirian nggak selalu berarti kesepian. Tapi, salah satu bentuk kebebasan.
Tips Keamanan yang Selalu Aku Pegang
Kalau liburan sendirian, hal paling utama yang perlu kita perhatikan adalah keamanan diri.
Jangan bertingkah bodoh! Apalagi sampai bisa terjerumus dalam hal-hal yang nggak diinginkan.
Ada beberapa kebiasaan kecil yang selalu kulakukan saat solo traveling. Ini mungkin bisa jadi tips keamanan untuk kalian juga saat bepergian sendirian, antara lain:
- share itinerary ke keluarga,
- simpan uang di beberapa tempat berbeda,
- hindari membagikan lokasi real-time di media sosial,
- percaya intuisi.
Kalau suatu tempat sudah terasa nggak memberi rasa nyaman, biasanya memang ada alasannya. Jangan pernah abaikan itu ya, Geng!
Kesalahan Solo Traveling Pemula yang Sebaiknya Kalian Hindari
Aku pernah beberapa kali liburan sendirian dan melakukan beberapa hal yang menurutku itu adalah kesalahan solo traveler pemula, yaitu:
- overpacking karena takut kekurangan,
- jadwal terlalu padat,
- nggak riset transportasi lokal dulu,
- lupa menyiapkan dana darurat,
- terlalu fokus foto sampai lupa menikmati perjalanan.
Percaya sama aku! Perjalanan terbaik bukan yang paling sempurna, tapi yang paling terasa menyenangkan dan menenangkan.
Solo Traveling Bukan Soal Berani, Tapi Soal Kesiapan
Aku tahu banget. Bepergian sendirian untuk pertama kalinya mungkin terasa menegangkan. Tapi menurutku justru di situlah letak petualangannya.
Nggak usah ngomongin seberapa jauh kalian bisa bepergian sendirian. Nggak perlu membahas seberapa banyak destinasi wisata yang bisa kalian kunjungi dalam sekali liburan.
Tapi coba rasakan gimana kondisi kalian saat pulang liburan! Harusnya sih dalam versi diri yang berbeda.
Kalian lebih percaya diri, lebih mandiri, dan pasti punya banyak cerita baru untuk kalian kenang.
Jadi, sebelum buru-buru liburan sendirian, tarik napas dulu! Lakukan persiapan solo traveling untuk pemula dengan baik! Lalu, berangkat dengan hati yang tenang!
Soalnya menurutku, perjalanan terbaik selalu dimulai dengan persiapan yang matang. Siapa tahu saja perjalanan pertama kalian nanti jadi awal dari banyak kisah solo traveling berikutnya.
Begitu ya, Geng! Kalau kalian ada rencana mau liburan sendirian, boleh dong share di kolom komentar! Siapa tahu kita bisa ketemuan di tempat wisatanya. Heheheβ¦

Aku belum pernah solo travelling dan jujur aku gak berani klo disuruh solo travelling karena aku tu buta arah apalagi kalo mesti naik transum macam bis atau krl mrt gt kan pasti banyak banget ya jalurnya aku tuhhh pusing baca rutenya haha tapi klo naik ojol gt berani karena tinggal ngikutin map…
Kalo lokasi nya pernah aku datengin mungkin ada keberanian karena sudah ada banyangan macam apa wilayahnya nahh klo baru pertama kali nie yang gak bisa kubayangkan
Tapi sebenernya seru juga ya solo travelling kita bisa bebas mo kemana saja bisa tiba2 random kenalan sama orang tapi yng penting mesti bisa jaga keamaan biar perjalanan liburannya berjalan indah
Aku sukaaaak banget solo traveling.
Kalau di pulau Jawa, biasanya cuss ke Jogja, Solo atau Pacitan.
pengin nyoba solo traveling ke luar negeri, mungkin ke Vietnam ya….yg cost nya ngga terlalu mahal.
Makasiii tipsnya ya
Sekarang sih termasuk enak, segala informasi dan fasilitas yang bisa menunjang untuk kita travelling sudah dalam gengaman, bahkan soal transportasi, zaman sekarang kemana – mana sudah bisa pake ojol untuk menjangkau tempat tujuan kita. Tinggal modal bekel untuk di jalannya aja jangan sampai kehabisan
Setelah aku runut, jujurly aku belum pernah solo traveling lho hahhaha. Paling cuma sendirian naik kereta api ke satu kota lain dengan jarak sekitar 10-12 jam, habis itu ketemuan sama teman dan di pandu oleh guide lokal.
Jadi, artikel ini sangat aku butuhkan sekali buat panduan biar pas nanti memutuskan solo travelling aku udah punya kesiapan yang mantap.
Persiapan solo traveling biar makin nyaman dan aman banyak ya ternyata. Apalagi terkait riset dan budget, jangan sampe skip ini sih demi kemaslahatan dan bener nggak boleh share lokasi real time ke media sosial. Powerbank paling kepake banget sih secara kita nggak tau akan seharian dimana aja apakah ada colokan atau nggak. Menantang, berasa seru dan makin hidup. Nanti lah aku coba solo traveling dari dalam negeri dulu aja. Habis itu baru ke luar negeri.
Daku termasuk orang yang doyan backpackeran sendirian sih kak, kadang itinerary ku sudah dibuat satu tahun sebelumnya dan emang udah sekalian hunting tiket juga. kadang kadang untuk kota gede aku juga booking tempat menginap jauh jauh hari. Beli online kadang lebih murah hehehe.
Tapi suka juga sih buat Plan A B C gitu untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan supaya ada back up perjalanan dan tetep seru dan bahagia dong
Hal yang selalu daku inget itu adalah nyiapin bujet kalau mau bepergian. Soalnya kalau bujetnya gak disiapin, bisa bikin boncos sih, kelupaan jajan melulu. Atau malah merasa uangnya mepet, padahal ada tersedia misalnya buat belanja
Menurutku gaya berlibur seseorang itu beda-beda ya mbak. Dan kadang, fase hdup itu juga bakal menentukan. Contoh, dulu pas aku masih bujangan.. namanya liburan tuh gak pernah ribet. Pokoknya asal ada uang, pakaian secukupnya, dan rumah orang buat ditumpangin. langsung cusssss… hahaha.
Sekarang udah ada anak istri, gak bisa mode slebor kayak gitu lagi. Tujuan kudu jelas, penginapannya pun harus jelas mau dimana. Makanya, sekarang agak jarang berlibur. Soalnya sekali liburan, berasa juga biaya yang dikeluarinnya wkwkwk
Ahahaha overpacking tu sering kejadian, tapi sekarang karena udah mulai terbiasa jadi tahu item apa yang perlu dibawa, mana yang gak.
Nah ya penting sekali ngashare itinerary ke keluarga, trus kalau bisa sering2 call juga supaya tahu kondisi dan lagi di mana.
Soal penginapan emang sebaiknya pilih yang nyaman dan aman, mungkin agak pilih yang sedikit mahal asalkan aman no 1, apalagi kalau bener2 sendirian jalannya.
Soal ngeceklist destinasi wisata memang sebaiknya yang bijak aja, dahulukan mana yang perlu banget dikunjungi, jangan sampai ngoyo, habis tenaga berujung sakit, nanti malah bingung siapa yang merawat, apalagi kalau travelingnya ke LN.
Mbaaaaa, aku nih walaupun tiap tahun traveling, tapi ga pernah solo. Pasti ada teman atau suami yg menemani.
Makanyaaaaa, Juni pertengahan nanti aku mau perdana solo travel πππ. Ga jauh2 sih, KL aja. Naah , akupun udah prepare dari sekarang, apa yg dibawa etc. Pastinya aku ga mau terlalu berat, Krn nanti ga ada yg bantu bawain koper.
Trus hotel aku cari yg Deket Ama public transport , stasiun MRT atau LRT. JD mudah kemana2.
Aku mau buktiin diri sendiri, masa selama ini selalu bikin ITIN, tp giliran jalan pasti ditemenin π€£π€£.
Ah iya, klo buat pemula, memang harus dipersiapkan ya. Agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Solo travelling itu seru lho
saya setuju dan ini kuncinya, Mbak. Kita bukan berani, tapi harus siap. Kalau sejak awal semua dipersiapkan dengan baik, maka Insya Allah Solo traveling akan lancar jaya aman damai sentosa. dengan semboyan, selama kita baik, maka di mana pun berada, kita akan baik. saya jujur lebih suka solo traveling daripada bareng-bareng. Bisa bebas eksplor suatu tempat.
Aku dari dulu pengin solo traveling tapi nggak pernah keturutan. Selalu aja perginya ada barengannya. Entah sama keluarga, teman atau pasangan. Nggak apa-apa sih. Pergi ramean juga seru hehehe…
Btw semua tips di atas selain bisa diterapkan buat solo traveling, bisa juga diterapkan saat membawa anak. Bepergian dengan anak juga butuh perencanaan matang. Saya pun setelah punya anak selalau bikin perencanaan budget, booking transportasi & penginapan, bikin itinerary yang fleksibel, bikin checklist barang dan yang terpenting persiapan mental.
Nggak ada lagi pesan hotel dadakan, nggak ada lagi jadwal padat dan saklek, dan jangan sampai ada barang lupa bawa atau ketinggalan kalau nggak bikin checklist. Karena setelah punya anak bawaannya jadi banyaaaak… Hehehe
Sepakat banget sih Mbak. Kalau mau solo traveling itu memang jangan grasak-grusuk, ya. Penting buat mempersiapkan se-prover mungkin agar perjalanan jadi lebih dinikmati tanpa kurang apapun, apalagi ini kan solo traveling, ya, jadinya kalau ada yang ketinggal takutnya jadi mempersulit perjalanan kita
Iyayah.. kalau solo travelling kerassaanya tuu.. “aku sendiri dan mungkin bakalan butuh semua peralatan layaknya di rumah..” β dari mulai skincare sampe baju, segala di pack..
Padahal maah.. yang simple simple aja yaa..
Aku pernah banget overpacking dan ketinggalan satu tas yang isinya berbagai charger sama pouch skincare dan makeup.
Pas ditanyain ke pihak hotel ((karena yakin tertinggal di kamar saat packing atau di tempat parkiran deeh.. pokonya belum keluar dari area hotel)) pihak hotel bilang gak menemukan tas yang aku maksud.
Sediihnya bukan maiinn..
Huhuhu.. mana aku bawa skincare full package karena merasa travelling kali itu aga lamaa..
Yauda yaa… bukan rejeki.
Qodarullah wa masya fa’alaa…
Jadi iya banget kalo travelling kudu “eling” kalo bawa se-simple ituu.. supaya bisa aku handle sendiri.. belum lagi kan yaa.. bakalan beranak itu bawaan, kan yaaa…
Saya belum pernah solo traveling sendirian dalam rangka jalan-jalan, kalau dalam rangka tugas dinas luar sih sering yaa mbak. Sepertinya harus dicoba deh,,,,main sendirian ke tempat jauh-jauh ditu kan ini sudah ada panduannya dari artikelnya mba Srie bisa dicoba dan dipraktekkan deh.
Tipsnya mantul banget kak buat yang pertama solo traveling. Tapi aku fokus ke kesalahannya sih. Dan itu relate bgt buat yang baru pertama solo traveling atau bahkan yang udh sering.
Kita, terutama gw, tuh kadang suka overpacking. Takut kenapa2 pas di jalan. Apalagi kalo budget mepet. Takutnya ga bs kebeli di sana. Atau di sana mahal. Mknya bawa persiapan lbh banyak. Eh malah ransel kepenuhan.
Ditambah ga bawa uang darurat lebih lagi. Pinjem temen, kan ga mgkn kalo lagi solo traveling. Ya bs siih, calling a friends. Tapi kan ga seru tuh kalo tiba2 pinjem 100. Wkwk
Dan yg paling penting lagi, keasyikan foto video demi pamer, tapi lupa hakikat traveling itu apa. Yg dicari dr liburan itu apa. Kecuali ya buat pamer konten di sosmed sih. Hehe.
Wah keren ini mah, berani solo traveling, kalau saya pribadi jujur belum berani karena rawan nyasar π€ jadi kemana-mana perlu ada kawan.
Kalau aku yang penting adalah persiapan mental
Tidak semua orang itu bisa menjalani traveling dengan bahagia
Kadang terpeleset sama emosi kalau lelah
Apalagi pas teman traveling-nya tuh suka ngeselin
solo travelling ini pastinya memiliki tantangan tersendiri ya jika dibandingkan travelling sama teman atau ikut tur gitu. pastinya sebelum melakukan perjalanan kita juga harus mencari tahu terlebih dahulu tempat yang ingin dikunjungi dan kayaknya akan lebih baik kalau ada orang yang dikenal di kota tersebut yang bisa membantu baik dalam hal informasi ataupun lainnya saat kita travelling
Menurut saya sekali seumur hidup wajib hukumnya untuk solo traveling karena ketika bepergian sendiri Itu tantangan berbeda begitu pula dengan kebahagiaannya karena kita bisa menemukan jadi diri sendiri dan menantang diri sendiri untuk bergerak lebih maju lagi
Jujurly aku ga pernah solo travelling kecuali urusan dinas. tips yang mbak bagikan ini bener banget, kalau bepergian sendiri, akupun memilih itenary yang gampang dan praktis, ga ribet, dokumen kusiapkan di dompet khusus dan kuletakkan di tas yang gampang kucari, begitupun uang cash dan kartu debit.
informasi daerah yang dituju setidaknya sudah kita ketahui di awal, terkait resto atau publik transportasi dan hal lainnya. tipsnya sangat membantu mbak, akupun dulu cari-cari tips seperti ini sebelum bepergian sendiri
Sudah belasan tahun tidak solo traveling, makasih udah diingatkan kembali. Kudu benar2 teliti saat bikin itinerary, jaga diri, dan siapin duit cadangan yaa.