Skip to content

Tempat Berbagi Ide

Tempat Ide Numpuk, Eksekusi Nunggu Mood.

Menu
  • Home
  • Tentang Tempat Berbagi Ide
  • Bisnis
    • Blogger
  • Hobi
    • Menulis
    • Traveling
  • Pengembangan Diri
  • Teknologi
Menu
jenis-jenis journaling

Jenis-Jenis Journaling yang Bisa Jadi Teman Refleksi Setiap Hari

Posted on Juni 23, 2026Juni 25, 2026 by admin

Kalian pikir journaling cuma berisi catatan harian doang? No no ya, Geng. Asal kalian tahu saja nih, ada jenis-jenis journaling yang berbeda maksud dan tujuannya.

Ada jurnal yang membantu hidup jadi lebih terorganisir, ada yang membantu untuk mengenali emosi, dan ada juga yang jadi tempat menyimpan mimpi-mimpi.

Sebenarnya, ada lagi bentuk journaling yang lain. Kalau kalian mau tahu, melalui blog Bagi Ide ini, aku bisa lho ngobrolin tentang macam-macam journal.

Yuk kita bahas, Geng!

Table of Contents

Toggle
  • Semua Orang Cocok dengan Jenis Journaling yang Sama, Emang Iya?
  • Jenis-Jenis Journaling yang Bisa Jadi Teman Refleksi Setiap Hari
    • 1. Bullet Journal
    • 2. Gratitude Journal
    • 3. Morning Journal
    • 4. What I Learn Today Journal
    • 5. Dream and Hope Journal
    • 6. Prompted Journal
    • 7. Creative Journal
    • 8. Jurnal untuk Melepaskan Emosi
    • 9. Therapy Journal
    • 10. Free Writing atau Brain Dump Writing
    • 11. Goal Journal
    • 12. Financial Journal
    • 13. Travel Journal
    • 14. Reflective Journal
  • Terus Gimana Memilih Jenis Journal yang Tepat?
  • Bolehkah Menggabungkan Beberapa Jenis Journal?
  • Nggak Ada Cara atau Jenis Journaling yang Paling Benar

Semua Orang Cocok dengan Jenis Journaling yang Sama, Emang Iya?

Salah satu hal yang kusukai dari journaling adalah nggak adanya aturan baku yang harus diikuti semua orang. Kayak, ya sudah bebas saja mau menulisnya gimana.

Ada orang yang menulis jurnal satu halaman penuh setiap malam. Ada juga yang lebih nyaman menulis beberapa poin singkat setiap pagi di jurnalnya.

Terus ya, kalau ngomongin soal tujuan journaling juga macem-macem. Ada yang melakukannya untuk meningkatkan produktivitas. Ada yang ingin mengelola stres. Lebih mengenal diri sendiri. Atau sekadar mencari tempat aman untuk menuangkan isi pikiran.

Dari situ saja kita sudah bisa menyimpulkan kalau kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, jenis-jenis journaling yang cocok pun mungkin nggak sama.

Aku sendiri pernah mencoba beberapa jenis journaling. Bukan yang coba-coba untuk mencari yang cocok sih. Tapi, lebih ke menyesuaikan dengan tujuanku bikin jurnal.

Gimana kalau kita mulai bahas macam-macam journaling saja, Geng? Biar kalian lebih nangkap sama maksudku.

Jenis-Jenis Journaling yang Bisa Jadi Teman Refleksi Setiap Hari

Kadang, jurnal hanya berisi pikiran yang sedang memenuhi kepala. Di hari yang lain, jurnal bisa jadi tempat untuk mencatat perasaan, pengalaman menarik, atau pelajaran yang baru dipetik dari sebuah kejadian sederhana.

Ada juga yang menggunakan jurnal untuk menuliskan rasa syukur, menyusun rencana, mencatat target yang ingin dicapai, atau menyimpan ide yang muncul secara tiba-tiba.

Bagi sebagian orang, jurnal bahkan jadi tempat mendokumentasikan perjalanan, mencatat perkembangan keuangan, merangkum buku yang sedang dibaca, atau menyimpan berbagai mimpi dan harapan untuk masa depan.

Melihat begitu banyak hal yang bisa ditulis, nggak heran kalau kemudian muncul jenis-jenis journaling dengan fungsi yang berbeda-beda.

Setiap jenis menawarkan cara yang unik untuk membantu kita saat mengenal diri sendiri, mengelola pikiran, dan merefleksikan pengalaman sehari-hari.

Berikut beberapa jenis journaling yang bisa kalian jadikan sebagai teman refleksi dalam keseharian.

1. Bullet Journal

Bullet Journal

Bullet Journal atau BuJo adalah jenis jurnal yang cukup populer karena fleksibel. Biasanya sih, berisi kombinasi agenda, daftar tugas, catatan penting, habit tracker, hingga refleksi harian.

Kupikir jenis jurnal ini bakalan cocok untuk kalian yang suka bikin perencanaan dan bisa melihat progresnya secara visual.

Aku misalnya, pernah bikin bullet journal waktu pingin membangun rutinitas menulis yang lebih konsisten. Rasanya menyenangkan saat aku bisa memberi tanda centang pada target yang berhasil kuselesaikan.

2. Gratitude Journal

Kalau kalian merasa akhir-akhir ini hidup rasanya terlalu sibuk, maka saranku kalian coba bikin gratitude journal deh, Geng!

Jenis jurnal ini berisi hal-hal yang kita syukuri setiap hari. Nggak harus sesuatu yang besar kok. Kadang secangkir kopi hangat, cuaca yang cerah, atau pesan dari teman lama juga sudah cukup untuk dicatat sebagai hal-hal yang kalian syukuri.

Yakin deh! Kebiasaan sederhana kayak gini bakalan bantu kalian untuk sekedar mengingat bahwa masih ada banyak hal baik yang sering terlewatkan di tengah kesibukan.

3. Morning Journal

Sesuai namanya, morning journal bisa kalian lakukan di pagi hari. Apa saja yang ada di morning journal?

Biasanya berisi pikiran yang ingin dituangkan sebelum memulai aktivitas. Beberapa orang mungkin ada yang merasa cemas di pagi hari. Nggak tahu mau ngapain. Ya sudah bikin jurnal saja.

Tulis rencana hari ini. Apa yang mungkin akan mengganggu. Kalau nggak begitu, ya tulis saja apa yang sedang kalian rasakan saat bangun tidur. Atau mau menulis ungkapan syukur setiap pagi pas bangun tidur juga nggak masalah sama sekali.

Intinya sih, menulis morning journal tuh harapannya bisa mengalihkan pikiran dari sesuatu yang bikin cemas berlebihan pas bangun tidur. Menariknya, kebiasaan ini sering bikin pikiran jadi terasa lebih ringan sebelum memulai pekerjaan.

4. What I Learn Today Journal

Jenis jurnal ini menjadi salah satu favoritku. Kok bisa? Soalnya, isinya sederhana, cuma apa yang aku pelajari hari ini? Tapi, bisa jadi pengingat yang berguna di masa depan dan sekaligus petunjuk kalau kita terus bertumbuh setiap harinya.

Pelajarannya bisa berasal dari mana saja. Kayak, buku yang kubaca, kesalahan yang kulakukan, sampai percakapan singkat dengan orang lain yang kupikir akan berguna nantinya.

Di sinilah aku mulai menyadari kalau ternyata ada banyak manfaat journaling yang sebelumnya nggak terlintas di pikiranku.

Bukan hanya bantu mengingat pelajaran hidup, tapi juga bikin aku lebih sadar bahwa perkembangan diri sering terjadi dalam langkah-langkah kecil yang mudah terlupakan.

5. Dream and Hope Journal

Dream and Hope Journal

Jurnal ini berisi mimpi, harapan, dan berbagai hal yang ingin kalian capai di masa depan. Aku suka menulis jurnal ini kalau lagi merasa kehilangan arah atau demotivasi.

Dengan membaca kembali daftar impian yang pernah kutulis, sering kali bikin aku jadi teringat alasan kenapa aku memulai sesuatu. Kalau sudah begitu, biasanya semangatku akan balik lagi. Lalu, aku juga akan berusaha lebih giat lagi.

Kadang ya, impian yang dulu terlihat jauh ternyata perlahan sudah mulai terwujud kalau kita bisa menjaga konsistensi.

6. Prompted Journal

Aku tahu banget kalau nggak semua orang nyaman menulis dari halaman kosong, termasuk aku juga. Kalian ada yang sama kayak aku nggak, Geng?

Tenang! Nggak usah panik! Kalian tetap bisa menulis jurnal kok. Pakai saja jenis prompted journal. Gimana nih maksudnya?

Gampangnya, jurnal ini pakai pertanyaan atau prompt sebagai panduan menulis. Prompt-nya kalian bisa tentukan sendiri, misalnya:

  • Apa hal terbaik yang terjadi hari ini?
  • Apa tantangan terbesar minggu ini?
  • Hal apa yang ingin kuperbaiki bulan depan?
  • Dan semacamnya…

Pertanyaan sederhana kayak gini tuh sering menghasilkan refleksi yang lebih dalam ketimbang yang kita bayangkan lho, Geng. Coba deh kalau nggak percaya!

7. Creative Journal

Creative journal ini cocok banget untuk orang yang suka bereksperimen dengan berbagai bentuk ekspresi. Bahkan, jurnal ini nggak selalu harus penuh sama tulisan.

Kalau ngomongin creative journal, Natasha Riyandani dalam artikelnya menyebutkan ada tiga kategori, yaitu:

  • Art Journal yang menggabungkan tulisan dengan gambar, ilustrasi, cat air, atau elemen visual lainnya.
  • Vision Board berisi kumpulan gambar, kutipan, dan inspirasi yang merepresentasikan tujuan hidup atau impian yang ingin kalian capai.
  • Junk Journal berisi semua barang bekas, kayak tiket konser, stiker khusus, nota, atau apapun untuk mendokumentasikan kenangan atau cerita.

Jenis-jenis journaling berikutnya adalah yang kubaca dari tulisan Kurnia Ekaptiningrum yang bersumber dari seorang Psikolog Career and Student Development Center (CSDU), Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Anisa Yuliandri, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

8. Jurnal untuk Melepaskan Emosi

Bisa jadi, ada hari-hari di tengah beratnya beban hidup saat kalian nggak membutuhkan solusi. Kalian hanya perlu tempat untuk melepaskan apa yang sedang kalian rasakan.

Maka, aku percaya jenis jurnal ini bisa kalian gunakan menuangkan kemarahan, kesedihan, rasa kecewa, atau kecemasan yang sedang kalian rasakan tanpa takut ada yang menghakimi.

Aku pribadi sering merasa lebih tenang setelah menuliskan emosi yang sulit kuungkapkan secara lisan. Kalian juga bisa mencobanya kalau memang butuh, Geng.

9. Therapy Journal

Aku nggak tahu sih ya, yang dimaksud therapy journal oleh Ibu Anisa itu apakah jurnal yang kita buat bersama terapis atau bisa kita lakukan sendiri.

Yang jelas, beliau juga menyebutkan ada yang namanya therapy journal yang bisa bantu untuk proses penyembuhan trauma atau terapi emosional.

10. Free Writing atau Brain Dump Writing

Kalian pernah nggak sih merasa pikiran terlalu penuh sampai sulit fokus, Geng? Aku pernah.

Kalau sudah begitu, kebiasaanku mau menulis apapun pasti nggak bisa. Lebih tepatnya bingung mau menulis apa.

Nah, ibu Anisa menyebutkan kalau lagi mengalami hal ini, kalian bisa mencoba menulis pakai metode brain dump. Gimana tuh caranya?

Sederhana saja kok. Tulis semua yang ada di kepala tanpa memikirkan struktur, tata bahasa, atau apakah tulisan tersebut masuk akal.

Metode ini bertujuan untuk melepaskan semua beban mental yang ada di dalam pikiran ke dalam tulisan tanpa perlu memikirkan hasil akhirnya.

Menariknya, kadang setelah melakukan brain dump, aku justru bisa menemukan ide artikel yang sebelumnya tertutup oleh tumpukan pikiran lain.

11. Goal Journal

Sebuah website yang membahas tentang topik kesehatan mental menyebutkan beberapa jenis journaling yang lain, yaitu goal dan reflective journal.

Goal journal berisi target yang ingin kalian capai. Selain itu, kalian juga perlu menuliskan langkah konkrit untuk mewujudkan target kalian. Sehingga, kalian bisa terus mencatat dan melihat progres dari target tersebut.

Bagi sebagian orang, melihat tujuan yang tertulis akan bikin mereka jadi lebih termotivasi untuk bergerak maju. Apalagi kalau progresnya juga terlihat nyata.

12. Financial Journal

Dulu aku mengira jurnal keuangan hanya berisi angka-angka pengeluaran dan pemasukan. Namun, setelah kucoba untuk menulis financial journal, aku sadar bahwa hubungan kita dengan uang ternyata lebih kompleks ketimbang sekadar menghitung saldo.

Dalam financial journal, kita bisa mencatat semua hal seperti kebiasaan belanja, target keuangan, pelajaran yang dipetik dari kesalahan finansial, sampai perasaan yang muncul saat mengelola uang.

Misalnya nih ya, aku pernah menulis tentang godaan belanja impulsif saat melihat diskon besar-besaran. Pas aku baca lagi catatan itu beberapa bulan kemudian, aku mulai melihat pola yang sebelumnya nggak pernah kusadari.

Dari situ aku paham kalau financial journal tuh nggak hanya bantu dalam mengelola keuangan, tapi juga bantu aku memahami kebiasaan dan keputusan yang berkaitan dengan uang.

13. Travel Journal

travel journal

Bagi yang suka bepergian, travel journal bisa jadi cara menyimpan kenangan yang lebih personal ketimbang sekadar mengunggah foto di media sosial.

Jenis jurnal ini biasanya berisi cerita perjalanan, tempat yang pernah kalian kunjungi, makanan yang kalian coba, sampai hal-hal kecil yang meninggalkan kesan mendalam.

Bayangin deh! Kalau kalian punya jurnal yang berisi kenangan saat traveling. Terus, jurnalnya kalian baca setelah beberapa tahun berlalu. Apa nggak berasa punya kapsul waktu tuh.

14. Reflective Journal

Kalau harus memilih satu jenis journaling yang paling dekat sama konsep refleksi diri, mungkin reflective journal bisa jadi jawaban yang paling tepat, Geng.

Soalnya, jenis jurnal ini mengajak kita untuk melihat kembali pengalaman yang sudah terjadi lalu mencari pelajaran dari pengalaman tersebut.

Sebenarnya nggak hanya tentang apa yang terjadi, tapi juga gimana pengalaman tersebut nantinya bisa memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak.

Terus Gimana Memilih Jenis Journal yang Tepat?

Menurutku, cara terbaik adalah melihat tujuan yang ingin kalian capai dulu. Misalnya:

  • Ingin hidup yang lebih teratur, mungkin bullet journal bisa kalian coba.
  • Kalau ingin melatih rasa syukur, maka sudah pasti gratitude journal bisa jadi pilihan.
  • Semisal ingin menyimpan ide dan inspirasi, kalian bisa coba creative journal.

Dengan kata lain, nggak perlu memaksakan diri mengikuti tren tertentu. Pilih saja jenis jurnal yang rasanya bisa membantu dan nyaman untuk kalian jalankan.

Soalnya ‘kan pada akhirnya, jurnal itu kalian buat untuk membantu, bukannya untuk menambah beban. Benar nggak, Geng?

Bolehkah Menggabungkan Beberapa Jenis Journal?

Tentu saja boleh. Siapa coba yang melarang? Aku sendiri malah nggak cukup pakai satu jenis jurnal saja.

Dalam satu buku, bisa saja ada halaman gratitude journal, halaman refleksi diri, dan beberapa halaman yang berisi ide tulisan blog.

Bahkan ada hari ketika aku memulai pagi dengan morning journal lalu mengakhirinya dengan reflective journal.

Nggak ada aturan yang melarang hal tersebut. Sah-sah saja kok kalau mau menggabungkan beberapa jenis journaling dalam satu buku. Nggak masalah sama sekali.

Justru dengan mencoba berbagai metode, kalian tuh jadi bisa menemukan kombinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan pribadi. Begitu lho, Geng.

Nggak Ada Cara atau Jenis Journaling yang Paling Benar

Setelah mencoba berbagai jenis journaling, aku menyadari satu hal kalau nggak ada metode yang paling sempurna untuk semua orang. Yang cocok untukku belum tentu cocok untuk kalian. Begitu pula sebaliknya.

Sebenarnya, yang terpenting bukan jenis jurnal yang kalian gunakan, tapi gimana jurnal tersebut bisa bantu kalian untuk memahami diri sendiri, mengelola pikiran, dan menjalani hari dengan lebih sadar.

Kalau saat ini kalian baru ingin memulai journaling, nggak perlu langsung mencoba semuanya. Pilih satu jenis yang paling menarik perhatian, lalu jalani dengan santai.

Siapa tahu, dari halaman-halaman sederhana yang kalian tulis setiap hari, akan muncul banyak pelajaran, ide, dan refleksi yang berharga di kemudian hari.

Jika kalian suka membaca pengalaman personal dalam bentuk jurnal dan refleksi keseharian, kalian bisa mengunjungi catatan harian Rani R Tyas.

Bagi yang tertarik dengan refleksi kehidupan keluarga dan pengasuhan anak di era sekarang, berbagai artikel tentang tips parenting modern juga bisa menjadi sumber inspirasi yang menarik untuk kalian baca.

14 thoughts on “Jenis-Jenis Journaling yang Bisa Jadi Teman Refleksi Setiap Hari”

  1. Wahid Priyono berkata:
    Juli 6, 2026 pukul 2:58 am

    Saya setuju mbak, memang penting sekali kita memiliki jurnal refleksi harian, akan jauh lebih bagus jika ada semacam catatan dan hal penting yang perlu ditingkatkan.

    Saya yg berprofesi sebagai guru selalu punya jurnal refleksi harian yang saya catat selama pembelajaran di kelas, tujuannya untuk merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang saya lakukan.

  2. Suci berkata:
    Juli 6, 2026 pukul 5:01 am

    Mantaaap lengkap bangeet ini penjelasannya.
    Aku yang udah sejak lama berencana pingin mulai journaling (tapi ngga mulai2) ini jadi ketriger lagi.
    Apalagi udh dijelasin banyak bangeet ternyata jenis2nya. Nah sekarang waktunya mau mulai tapi malah bingung milihnya hhaha. Adaaaaa aja

  3. tanti amelia berkata:
    Juli 6, 2026 pukul 7:22 am

    Sebagai si suka orat-oret jurnaling, aku suka banget artikel ini karena ternyata journaling itu luas banget, nggak melulu soal curhat di buku harian 😊

    Selama ini banyak orang mengira journaling cuma buat yang lagi galau, padahal ada gratitude journal, travel journal, bullet journal, sampai reflective journal yang masing-masing punya manfaat berbeda.

    Aku sendiri termasuk yang suka journaling. Biasanya aku menulis gratitude journal, catatan emosi, dan mimpi-mimpi yang ingin aku wujudkan. Rasanya pikiran jadi lebih lega, hati lebih tenang, dan sering kali justru menemukan jawaban setelah semuanya dituliskan. Terima kasih sudah merangkum berbagai jenis journaling dengan bahasa yang mudah dipahami. Jadi makin semangat untuk terus konsisten menulis dan mungkin mencoba jenis journaling yang belum pernah aku lakukan!

  4. Myra berkata:
    Juli 6, 2026 pukul 4:23 pm

    Journaling ternyata jenisnya banyak banget ya. Saya pribadi paling relate sama travel journaling kayaknya. Pengen sih bikin yang kreatif jurnal. Tapi, kemampuan menggambar dan daya kreatif saya kayaknya udah menguap. Saking udah jarang banget diasah 😀

  5. Guritno Adi berkata:
    Juli 6, 2026 pukul 10:03 pm

    Saya dari dulu pengen banget journaling rutin, tetapi emang belum jodoh saja. Sempat morning journaling tetapi mandeg juga. Emang konsistensi ya tantangan terbesarnya.

  6. Lala berkata:
    Juli 6, 2026 pukul 11:07 pm

    Wah baru tau kalau jenis journaling ini ada sampe 14 lho. Aku langsung notice bange ke gratitude journal, travel journal, dan goals journal. Dan ternyata nggak apa-apa ya kalau digabungkan pun. Journaling ini tuh beneran tempat yang pas buat healing ya.

    Banyak banget manfaat yang bisa didapatkan dari journaling.

  7. Diah Woro berkata:
    Juli 7, 2026 pukul 12:34 am

    Dulu jaman remaja aku suka bikin journal. Happy banget tiap liat lembar demi lembar kertas aku hias dengan tulisan indah warna warni, ditempelin sticker, ditempelin kertas koran di pinggirnya. Lama-lama aku ngerasa ga ada waktu. Sekarang masih suka nulis tapi di notes kecil, isinya list kebutuhan rumah yg out of stock. Rasanya ya kering, hambar, ga ada manis manisnya huhuhu

  8. Dian Restu Agustina berkata:
    Juli 7, 2026 pukul 1:49 am

    Selalu kagum dengan orang-orang yang bisa konsisten melakukan journaling. Dulu pernah journaling juga akutuuu, meski hanya berlangsung beberapa waktu. Rasanya memang menyenangkan bisa menuangkan isi pikiran dan perasaan ke dalam tulisan. Sayangnya, seiring rutinitas yang semakin padat, kebiasaan itu perlahan terhenti.

    Membaca artikel ini jadi mengingatkan diri bahwa journaling ternyata tidak harus selalu dalam bentuk buku harian. Ternyata ada banyak jenis journaling yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing. Jadi rasanya ingin mencoba memulainya lagi, mungkin dengan cara yang lebih sederhana agar lebih mudah konsisten.

  9. Annie Nugraha berkata:
    Juli 7, 2026 pukul 2:42 am

    Saya sudah mengerjakan journaling sejak masih SMP (awal tahun 1980-an). Di masa itu lagi musim bikin diary dengan buku-buku yang cantik-cantik bahkan beberapa di antaranya ada kunci nya. Waktu itu masih berupa tulisan inspiratif dan bahkan ada teman yang ikut mengisi dengan menampilkan siapa mereka bagi saya. Duh berkesan banget.

    Sekarang, seiring dengan tersedianya materi journaling yang jauh lebih kreatif, saya akhirnya terjun di beberapa jenis journaling. Ada junk journal, ada review journal (berisi tentang ulasan tentang buku-buku yang saya baca), dan terkadang juga menggarap travel journal untuk tempat-tempat yang saya kunjungi sebelum akhirnya dipindahkan ke blog.

    Tapi yang pasti journaling membuat saya mencintai dunia kreatif. Journaling juga menjadi stress relief yang ampuh banget. Di saat kebosanan menyentuh atau dalam kondisi hati berkecamuk karena lelah.

  10. Maria G Soemitro berkata:
    Juli 7, 2026 pukul 3:15 am

    ternyata journaling banyak macamnya ya?
    Selama ini saya hanya menulis di aplikasi notes di ponsel
    Saya memberi judul untuk setiap kebutuhannya, seperti buku, saya tulis outline yang tiba-tiba saya ingat dan judul judul setiap tulisan
    Termasuk setiap tanaman serta apa pun yangsaya temukan dalam perjalanan

  11. Alaika Abdullah berkata:
    Juli 7, 2026 pukul 6:28 am

    Aku tuh termasuk yang percaya kalau menulis itu salah satu cara terbaik buat ngobrol sama diri sendiri. 😊 Makanya pas baca tulisan ini langsung manggut-manggut. Ternyata jenis journaling banyak juga ya, tinggal disesuaikan sama kebutuhan dan suasana hati.

    Kalau aku, yang rutin kulakukan itu gratitude journaling dan scripting. Buatku, perpaduan keduanya berdaya banget dan banyak membantu menjaga mindset tetap positif. 🥰 Btw, baru tahu ternyata ada banyak jenis journaling lainnya. Makasih ya, Mba, sudah berbagi insight yang bermanfaat! 🤍

  12. Fenni Bungsu berkata:
    Juli 7, 2026 pukul 7:56 am

    Tanpa disadari sebenernya kita, khususnya daku pernah membuat jurnal dengan beragam isi saat semasa sekolah, ya isinya tentang harapan, catatan tugas, perjalanan, hingga catatan uang dan utang puasa eh, hihi. Cuma karena di jaman now ada kategori dan istilahnya, ya gak sih

  13. Andy Hardiyanti berkata:
    Juli 7, 2026 pukul 9:48 am

    Bulan lalu habis dapat hadiah buku jurnal dari suatu acara. Bingung mau diisi apa, pas banget sampai di postingan ini. Jadi bisa pilih nantinya buku jurnal itu bakal diisi dengan jenis journaling apa. Thanks yaa

  14. lendyagassi berkata:
    Juli 7, 2026 pukul 10:38 am

    Brain Dump Journal kayaknya cocok buatku yang akhir-akhir ini terlalu burn out sama kelas-kelas yang kuambil. Rasanya ada banyak “peperangan” yang terjadi di otakku sehingga jadi sulit fokus.

    Melihat banyaknya jenis journaling, aku hanya pernah melakukan beberapa dan kini berhenti.
    Jadi rindu masa-masa menghian jurnal dengan apa aja yang aku anggap estetik, hehehe.. koleksi stiker dan washi tape-ku pun masih tersimpan rapi..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagiide.com adalah tempat curhat ide, eksperimen gagal, dan tips sok bijak. Kalau kamu suka belajar hal baru sambil ngakak (atau mengangguk sok paham), kamu bakal betah di sini.

Tempat Ide Numpuk, Eksekusi Nunggu Mood.

Authornya adalah Mis Yuni Bint Saniro ya. Mari kita bahas sesuatu dengan santai tapi tetap informatif.

Buat kolaborasi, kalian bisa kontak di email yuni.saniro1504@gmail.com

Artikel Terbaru

  • Perlengkapan Journaling untuk Pemula, Nggak Harus Beli Semua
  • Cara Memulai Journaling untuk Pemula yang Simpel dan Nggak Ribet
  • Mitos Journaling yang Bikin Banyak Orang Malas Mulai
  • Travel Journal Berisi Lebih dari Sekadar Cerita Liburan
  • Jenis-Jenis Journaling yang Bisa Jadi Teman Refleksi Setiap Hari
© 2026 Tempat Berbagi Ide | Powered by Superbs Personal Blog theme