Skip to content

Tempat Berbagi Ide

Tempat Ide Numpuk, Eksekusi Nunggu Mood.

Menu
  • Home
  • Tentang Tempat Berbagi Ide
  • Bisnis
    • Blogger
  • Hobi
    • Menulis
    • Traveling
  • Pengembangan Diri
  • Teknologi
Menu
cara memulai journaling untuk pemula

Cara Memulai Journaling untuk Pemula yang Simpel dan Nggak Ribet

Posted on Juli 8, 2026Juli 8, 2026 by admin

Geng, menurut kalian, cara memulai journaling untuk pemula tuh ribet nggak sih? Kalau cuma mau memulai kayaknya sih nggak kali ya. Masalahnya, konsistensi dan mau menulis apanya ini yang lumayan berat.

Pernah nggak sih kalian membeli notebook baru dengan semangat ingin mulai journaling, tetapi akhirnya hanya terisi satu atau dua halaman?

Aku pernah.

Awalnya semangat banget. Sudah membayangkan bakal rajin menulis setiap hari. Bahkan sempat mencari inspirasi layout jurnal yang estetik di media sosial. Namun, begitu membuka halaman pertama, eh lha kok akunya malah bingung sendiri.

Enaknya menulis apa ya? Bagusnya cerita soal apa? Dan pertanyaan-pertanyaan sejenisnya yang malah seliweran di pikiranku sendiri.

Akhirnya, aku malah menutup notebook-nya lalu malah menyimpannya di rak. Berharap nanti ada waktu yang pas untuk menulis dan aku sudah tahu persis apa yang ingin kutulis.

Maksudku begini, kalau kalian pernah mengalami hal yang sama, tenang saja! Kalian nggak sendirian. Banyak kok orang yang juga ingin memulai journaling, tapi malah berhenti sebelum menulis kalimat pertama.

Padahal, memulai journaling sebenarnya jauh lebih sederhana dari yang kita bayangkan. Nggak perlu menunggu punya tulisan yang bagus, buku yang mahal, atau waktu luang berjam-jam.

Sebenarnya, kalian cuma membutuhkan apa yang namanya kemauan untuk memulai. Yang sayangnya, nggak semua orang punya itu.

Table of Contents

Toggle
  • Kenapa sih Memulai Journaling Terasa Sulit?
  • Nggak Ada Cara Memulai Journaling yang Paling Benar
  • Berhenti Menunggu Momen yang Sempurna
  • Tentukan Dulu Tujuan Kalian
  • Yang Kalian Butuhkan untuk Memulai Journaling Hanya Tiga Hal
  • Cara Memulai Journaling untuk Pemula
    • 1. Pilih Media Journaling yang Paling Nyaman
    • 2. Tentukan Waktu yang Paling Realistis
    • 3. Tentukan Apa yang Mau Kalian Tulis
    • 4. Tulis Apa Adanya
    • 5. Konsisten dengan Ritme Kalian
  • Kesimpulan

Kenapa sih Memulai Journaling Terasa Sulit?

Menurutku, yang bikin journaling terasa sulit bukan semata-mata karena kita nggak bisa menulis. Ya elah. Semua orang pasti bisalah menulis, Geng.

Masalah sering muncul tuh justru sebelum pena menyentuh kertas. Kita-nya terlalu banyak berpikir.

Takut halaman pertama jelek-lah. Bingung harus mulai dari mana-lah. Merasa belum punya waktu-lah. Bahkan mungkin khawatir jurnal kita nggak sebagus yang sering kita lihat di media sosial.

Sampai akhirnya, semua pikiran itu malah bikin kita terus menunda buat menulis journal. Betul nggak, Geng?

Padahal, asal kalian tahu saja nih, Geng! Hampir semua orang yang sekarang terbiasa journaling juga pernah kok berada di fase tersebut. Cuma bedanya, mereka memilih untuk terus mulai dari satu kalimat sederhana, bukan menunggu semuanya terasa sempurna.

Nggak Ada Cara Memulai Journaling yang Paling Benar

nggak ada cara paling benar untuk menulis jurnal

Kalau ada satu hal yang baru kusadari setelah mulai journaling, itu adalah nggak ada aturan yang benar-benar baku. Sebebasnya saja journaling tuh.

Ada orang yang suka menulis panjang kayak lagi bercerita ke teman. Ada yang lebih nyaman bikin bullet point. Ya banyak juga yang cuma bisa menuliskan tiga hal yang disyukuri hari itu.

Semuanya sah-sah saja. Nggak ada yang benar atau salah. Lagian, journaling ‘kan bukan ujian. Ini adalah ruang pribadi yang bisa kalian sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Ingat saja, Geng! Journaling punya banyak bentuk. Biar kalian bisa memahami masing-masing bentuknya, kalian bisa membaca artikel tentang jenis-jenis journaling. 

Terus, kalian tinggal memilih dah tuh! Mana sekiranya jenis journaling yang paling cocok dengan gaya menulis kalian.

Berhenti Menunggu Momen yang Sempurna

Harus menulis di notebook yang bagus. Biar semangat menulis.

Menulisnya menunggu kalau kerjaan sudah nggak terlalu padat. Biar nggak kepikiran sama deadline.

Menulis journal saat mood bagus saja. Padahal, aku orang yang moody-an.

Percayalah, Geng! Semua itu kalimat-kalimat yang umumnya jadi alasan untuk menunda journaling. Istilah yang paling umumnya menunggu momen yang tepat gitu deh.

Lucunya, semakin lama kalian menunggu, maka akan semakin sulit rasanya untuk benar-benar mulai. Coba saja kalau nggak percaya!

Padahal, halaman pertama jurnal tuh nggak harus sempurna. Tulisannya boleh berantakan. Isinya boleh sederhana. Yang penting, kalian sudah berani membuka halaman itu dan mengisinya dengan cerita pertama.

Menurutku, halaman pertama yang sederhana tuh jauh lebih berharga daripada notebook cantik yang tetap kosong.

Tentukan Dulu Tujuan Kalian

Sebelum kalian mulai menulis, coba tanyakan satu hal kepada diri sendiri tentang tujuan kalian menulis journal!

Masing-masing orang pasti punya jawaban yang berbeda-beda. Kayak, ada yang ingin mengenal diri sendiri, mencatat ide-ide yang sering muncul tiba-tiba biar nggak hilang, sekedar menyimpan kenangan perjalanan, atau mendokumentasikan perkembangan kebiasaan baru.

Semuanya boleh. Apalagi kalau kalian baru belajar menjadi orang tua. Kalian pasti rutin membaca artikel di Bunda Belajar atau website manapun. Lalu menuliskan kembali hal-hal yang menurut kalian menarik di jurnal. Boleh banget kok.

Intinya, semakin jelas tujuan kalian, biasanya akan semakin mudah menentukan isi jurnal.

Gini deh! Kalau masih penasaran kenapa banyak orang mulai membangun kebiasaan ini, kalian juga bisa membaca artikel tentang manfaat journaling.

Yang Kalian Butuhkan untuk Memulai Journaling Hanya Tiga Hal

hal yang dibutuhkan untuk journaling

Tahu nggak sih, Geng? Sebenarnya, mulai journaling tuh nggak membutuhkan banyak persiapan. Cukup tiga hal ini saja kok, antara lain:

  1. Waktu sekitar 5–10 menit. Nggak perlu menunggu satu jam kosong. Apalagi kalau memang lagi banyak kesibukan.
  2. Media untuk menulis. Boleh buku tulis biasa. Boleh aplikasi catatan di HP. Nggak masalah juga kalau mau menulis di tablet atau laptop. Pokoknya, pilih saja media yang bikin kalian merasa bisa menulis dengan nyaman.
  3. Kemauan untuk memulai. Ini yang paling penting. Soalnya, tanpa kemauan, notebook semahal apa pun tetap akan kosong.

Cara Memulai Journaling untuk Pemula

Setelah tahu kalau journaling sebenarnya nggak punya aturan yang kaku, sekarang saatnya kalian mulai praktik. Tenang! Kalian nggak perlu langsung bikin halaman jurnal yang panjang atau terlihat estetik kok.

Pelan-pelan saja! Mulai dari langkah-langkah kecil yang terasa nyaman. Percaya deh! Halaman pertama tuh bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang keberanian untuk memulai.

Nah, berikut beberapa cara sederhana yang bisa kalian coba biar proses memulai journaling terasa lebih mudah dan nggak bikin overthinking, di antaranya:

1. Pilih Media Journaling yang Paling Nyaman

Nggak usah merasa harus membeli perlengkapan baru. Notebook baru yang cantik. Alat tulis yang warna-warni. Sticker estetik yang lucu-lucu. Buat apaan juga?

Kalau di rumah ada buku tulis yang masih kosong, gunakan saja! Kalau kalian lebih sering memegang HP, aplikasi catatan juga sudah lebih dari cukup kok.

Ingat, Geng! Tujuan utama kalian journaling adalah membangun kebiasaan menulis, bukan mengoleksi alat tulis.

2. Tentukan Waktu yang Paling Realistis

Ada yang menganggap konsisten itu harus menulis jurnal setiap malam. Nggak heran kalau ada waktu-waktu di mana kalian merasa nggak tahu mau menulis apa lagi.

Padahal, kalian bisa lho memilih waktu yang benar-benar memungkinkan untuk menulis, misalnya:

  • pas ngopi pagi,
  • sebelum tidur,
  • habis bekerja,
  • atau setiap Minggu sore.

Bebas saja pilih waktu yang menurut kalian paling realistis untuk menulis jurnal. Biasanya, waktu kayak gini tuh yang akan lebih mudah kalian pertahankan ketimbang target yang terlalu tinggi, Geng.

3. Tentukan Apa yang Mau Kalian Tulis

mulai journaling dengan pertanyaan sederhana

Ini bagian yang paling sering bikin pemula berhenti. Mau menulis apa mungkin terdengar kayak sesuatu yang sederhana. Tapi, pas kalian lakukan ya kadang bisa stuck juga.

Biar lebih mudah, sebenarnya kalian bisa lho memulai dari prompt atau pertanyaan-pertanyaan sederhana, kayak:

  • Apa yang paling berkesan hari ini?
  • Lagi mikirin apa sih hari ini?
  • Apa satu hal yang aku syukuri?
  • Besok aku mau melakukan apa ya?

See! Pertanyaan kayak begini ‘kan lebih mudah mencari jawaban pada diri kalian. Gimana kalau masih bingung?

Kalian bisa menulis tentang hal-hal yang memang lagi dekat dengan kehidupan kalian. Apa ya contohnya? Coba kalian yang menyebutkannya di kolom komentar!

Kalau aku biasanya cerita tentang pengalaman bekerja. Bisa juga menulis semua ide artikel blog yang muncul di kepala. Pernah juga menulis catatan habis membaca buku parenting.

Atau, aku pernah tuh menulis pengalaman seru saat liburan yang selanjutnya bisa berkembang menjadi sebuah travel journal.

Intinya, nggak ada topik yang terlalu sepele untuk kalian tulis. Semuanya bisa bermakna. Tergantung kalian melihatnya dari sudut pandang mana.

4. Tulis Apa Adanya

Jujurly, bagian ini sering bikin aku insecure dan malah berhenti menulis jurnal di tengah jalan. Kok bisa?

Aku sibuk memikirkan apakah kalimatku terdengar bagus. Kalau paragrafnya kurasa kurang puitis, pasti kuhapus dan memikirkan paragraf yang cocok untuk menggantikannya.

Akhirnya, aku malas menulis jurnal lagi karena merasa nggak ada satupun kalimatku yang pas.

Padahal, aku bisa saja menulis kayak lagi mengobrol sama diri sendiri. Cerita atau kejadian apapun yang ingin kutulis apa adanya tanpa merasa harus pakai kalimat atau paragraf yang puitis.

Justru, tulisan yang paling jujur kayak begini, sering kali menjadi bagian yang paling menyenangkan saat kubaca kembali beberapa tahun kemudian lho, Geng.

5. Konsisten dengan Ritme Kalian

Ingat apa yang kutuliskan tadi saat bahas waktu yang tepat untuk menulis ya, Geng! Konsisten tuh bukan berarti harus menulis setiap hari.

Kalau memang minggu ini hanya sempat menulis sekali, nggak apa-apa. Kalau bulan ini lebih banyak menulis karena sedang punya banyak cerita, juga nggak masalah.

Temukan saja ritme yang paling nyaman untuk kalian! Soalnya, tujuan journaling bukan mengejar jumlah halaman, tapi menjadikannya sebagai teman untuk merekam perjalanan hidup.

Kalau kalian masih merasa journaling harus dilakukan dengan cara tertentu, coba deh kalian baca juga artikel tentang mitos journaling yang bikin banyak orang malas mulai.

Siapa tahu, selama ini yang bikin kalian ragu hanyalah anggapan-anggapan yang ternyata nggak benar adanya.

Kesimpulan

Cara memulai journaling ternyata nggak sesulit yang sering kita bayangkan ya!

Kalian nggak harus punya buku yang estetik, tulisan yang indah, atau waktu luang berjam-jam. Yang kalian butuhkan hanyalah keberanian untuk mengisi halaman pertama.

Kalau hari ini masih bingung harus mulai dari mana, ambil buku atau buka aplikasi catatan di HP. Lalu jawab empat pertanyaan sederhana yang sudah kita bahas tadi.

Siapa tahu, dari satu halaman kecil itu lahir kebiasaan baru yang bakal menemani perjalanan kalian selama bertahun-tahun ke depan. Coba saja, Geng!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagiide.com adalah tempat curhat ide, eksperimen gagal, dan tips sok bijak. Kalau kamu suka belajar hal baru sambil ngakak (atau mengangguk sok paham), kamu bakal betah di sini.

Tempat Ide Numpuk, Eksekusi Nunggu Mood.

Authornya adalah Mis Yuni Bint Saniro ya. Mari kita bahas sesuatu dengan santai tapi tetap informatif.

Buat kolaborasi, kalian bisa kontak di email yuni.saniro1504@gmail.com

Artikel Terbaru

  • Cara Memulai Journaling untuk Pemula yang Simpel dan Nggak Ribet
  • Mitos Journaling yang Bikin Banyak Orang Malas Mulai
  • Travel Journal Berisi Lebih dari Sekadar Cerita Liburan
  • Jenis-Jenis Journaling yang Bisa Jadi Teman Refleksi Setiap Hari
  • Manfaat Journaling bagi Blogger yang Sering Kehabisan Ide Konten
© 2026 Tempat Berbagi Ide | Powered by Superbs Personal Blog theme