Beberapa tahun lalu, aku pernah eksplore Bandung waktu ikut pelatihan kepenulisan yang diadakan oleh salah satu komunitas menulis. Aku sengaja datang sehari lebih awal dari jadwal.
Maksudku sih biar ada waktu jeda untuk menyesuaikan diri dengan suasana kota yang baru pertama kali kukunjungi.
Yah, siapa tahu bisa sekalian jalan-jalan gitu lho. Nggak muluk-muluk kok. Bisa mengunjungi satu objek wisata Bandung juga nggak masalah. Hehehe…
Jadilah, begitu turun dari kereta, saat langit masih gelap, aku dan temanku yang dari Jakarta, berjalan ke arah alun-alun Bandung.
Di sana ada Masjid Raya Bandung yang bisa kujadikan sebagai tempat persinggahan sejenak.
Pas hari sudah pagi, kami mencari sarapan di sekitaran dan nemu gerobak soto lamongan. Lumayan, bisa sekalian menghangatkan perut kan.
Beres sarapan, pandangan kami tertuju pada shelter Bandung Tour on Bus (Bandros).
Menurutku, naik ini tuh cocok buat kalian yang baru pertama kali berkunjung ke Bandung, tapi nggak punya banyak waktu buat eksplore.
Nggak pake mikir panjang, kami pun mendekat ke Shelter.
Kesan Pertama Melihat Bandros
Jujur, awalnya aku nggak benar-benar tahu apa itu Bandros. Aku hanya melihat bus dengan warna yang sedikit mencolok. Biru.
Sudah gitu, bentukannya rada beda sama bus pada umumnya. Bagian atasnya terbuka.
Teman perjalanankulah yang kasih sedikit informasi tentang bus itu. Termasuk informasi kalau kami bisa eksplore Bandung dengan menaikinya.
Sambil nungguin waktu buat check in di penginapan, kupikir nggak ada salahnya sih jadi turis lokal sejenak.
Yuk ikutin petualanganku review Bandung dari atas Bandros!
Cara Naik Bandros
Nggak susah kok naik Bandros tuh. Kalian cuma perlu datang ke Shelter, beli tiket, dan tunggu giliran naik.
Menurut Diskominfo Kota Bandung, ada dua lokasi shelter Bandros, antara lain:
- Gasibu atau di depan Museum Geologi dengan rute Gasibu –> Asia Afrika –> Braga –> Dago –> Gasibu
- Alun-alun Kota Bandung dengan rute Alun-alun –> Braga –> Dago –> Asia Afrika –> Alun alun-alun
Aku dan temanku, waktu itu, naiknya dari shelter yang ada di alun-alun Kota Bandung. Menurutku, shelter yang kupilih adalah favoritnya.
Iyalah. Secara, Alun-alun Kota Bandung ‘kan biasa jadi jujukan orang-orang kalau lagi berwisata ke sana. Kayak aku dan temanku ini.
Harga Tiket dan Jadwal Bandros

Waktu itu, aku dan temanku dapat harga Rp20 Ribu per orang sekali jalan. Katanya sih ada tiket yang harganya Rp40 Ribu untuk seharian.
Cuma, kupikir buat apa ambil yang harganya lebih mahal. Toh sekali jalan saja sudah cukup.
Terus, jadwalnya setiap hari kok. Mulai pukul delapan pagi sampai pukul empat sore.
Saranku, perginya pagi ya. Biar nggak berasa kepanggang sinar matahari.
Ingat! Bus Bandros itu terbuka. Nggak ada penghalang bagi sinar matahari yang mau nemplok ke kulit.
Yah, sekali jalan paling butuh waktu sejam-lah. Habis itu, kalian bisa eksplore Bandung yang lain.
Eksplore Bandung dari Atas Bandros

Tibalah giliran kami naik. Kebetulan antriannya nggak terlalu panjang juga waktu itu. Jadinya, kami nunggunya nggak lama.
Setiap perjalanan Bandros, dilengkapi dengan tour guide yang nantinya akan menjelaskan setiap objek wisata yang kami lewati.
Siap eksplore Bandung bersamaku! Yuk, gas!
1. Jalan Braga
Jalanan ini tuh ikonik banget. Banyak sekali cafe berjejer di sini. Nggak heran kalau jalan ini dijadikan sebagai pusat tongkrongan.
Aku sempat melirik salah satu kuliner viral di Braga. Rasanya, aku pingin berhenti di sini. Nyicipin kulinernya. Tapi, perjalanan baru saja dimulai.
2. Taman Balai Kota
Menurut tour guide kami, taman ini adalah taman tertua yang ada di Kota Bandung.
Emang sih, nggak begitu luas. Tapi, cukuplah untuk healing dan melupakan hiruk-pikuk urusan kota sejenak.
3. Balai Kota atau Gedung Kopi
Nggak jauh dari Taman Balai Kota, ada gedung Balai Kota. Menurutku, bangunannya klasik dan elegan.
Konon katanya, dulunya gedung ini bernama Gedung Kopi. Tuan tanah menggunakannya sebagai tempat gelaran acara seni dan budaya.
4. Gedung 3 Warna
Setelah melewati Gedung Kopi, kami juga melintasi Gedung 3 Warna. Bangunannya unik dan menarik perhatian.
Masih menurut tour guide kami, gedung ini punya nilai sejarah.
Di mana, saat masa kemerdekaan, para pejuang menggunakannya sebagai tempat untuk menyebarkan teks proklamasi.
5. Gedung Sate
Bandros terus melaju. Kali ini, kami melintasi Gedung Sate.
Jangan mikir kalau gedung ini untuk jualan sate ya! Kalian kejauhan mikirnya. Hehehe…
Pembangunan Gedung Sate membutuhkan waktu empat tahun (1920-1924).
Karena warga Bandung suka sekali memberi julukan sebuah benda sesuai dengan apa yang terlihat, maka gedung ini pun begitu.
Mereka menyebutnya Gedung Sate karena bagian atasnya mirip sate.
6. Taman Lansia dan Museum Geologi
Perjalanan kami berlanjut ke Taman Lansia. Meskipun namanya begitu, nggak lantas pengunjungnya hanya lansia ya.
Di sinilah Bandros yang kami tumpangi berhenti selama 15 menit. Kami punya waktu bebas untuk mengunjungi Museum Geologi.
Aku dan temanku berpikir, kalau kami masuk museum, waktunya nggak akan cukup.
Jadilah, kami hanya berpuas diri melihat koleksi yang ada di halaman. Foto-foto ala turis dan jajan.
7. Rumah Kentang
Kelar waktu bebasnya, kami naik Bandros lagi untuk melanjutkan perjalanan. Objek yang kami lewati berikutnya adalah Rumah Kentang.
Ada mitos seram yang kudengar dari tour guide kami. Katanya, pas kami melintasi rumah ini di malam hari dan mencium aroma kentang, maka hantunya beneran ada.
8. Gedung Asia-Afrika
Objek terakhir yang kami lalui sebelum Bandros kembali ke shelter adalah Gedung Asia-Afrika. Itu lho, lokasi berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika.
Bandros nggak berhenti di sini. Tapi, aku dan temanku mengunjunginya begitu kami turun di shelter.
Ntar deh kuceritain, gimana keseruan kami saat mengunjunginya.
Tips dan Catatan Kecil dari Pengalamanku Naik Bandung Tour on Bus
Rasanya menyenangkan bisa eksplore Bandung meski hanya melintasi. Seenggaknya, dari situ, aku tahu apa saja objek wisata Kota Bandung yang menjadi ikon.
Beberapa tips dan catatan yang bisa kubagikan dari trip ini, yaitu:
- Datang lebih awal akan menyelamatkan mood. Pagi atau sore sekalian.
- Waktu itu, aku kebagian duduk di belakang. Kayaknya, akan lebih menyenangkan kalau kalian bisa dapat tempat di depan.
- Jangan lupa topi dan sunscreen!
- Siapkan kamera atau HP dengan baterai yang cukup!
Perjalanan Kecil yang Ternyata Berarti
Eksplore Bandung dari atas Bandros, bukan hanya aktivitas wisata biasa. Bagiku, ini kayak cara sederhana untuk mengenal Kota Bandung.
Dari cara naik Bandros yang mudah, rute yang melewati banyak titik ikonik, sampai suasananya yang santai selama perjalanan.
Kalau kalian cuma punya waktu singkat di Bandung dan ingin eksplore banyak tempat tanpa ribet, maka Bandros bisa jadi pilihan yang tepat.
Aku nggak tahu sih apakah ada perubahan terkait route dan harga tiketnya atau nggak. Kalaupun ada, kayaknya nggak banyak.
Cus eksplore Bandung pakai Bandros juga!

Bandung dilihat dari sudut yang berbeda pasti punya kesan tersendiri. Naik Bandros juga jadi cara seru buat menikmati kota tanpa harus capek jalan jauh.
Kalau saya gak tinggal di Bandung, pasti seru juga naik bandros sambil keliling bandung. Seperti halnya kalo keluar kota, pasti seru lihat-lihat tempat yang baru dikunjungi ya, pasti pengalamannya serunya dapat banget ya….
Baca ini langsung ingin merencanakan trip ke Bandung naik Bandros! Harga Rp20 ribu sekali jalan untuk bisa melihat sederet ikon kota itu sangat worth it. Cara penulisannya juga personal dan jujur, nggak dilebih-lebihkan tapi tetap bikin pembaca penasaran. Tips duduk di depan itu noted banget, pasti lebih puas menikmati pemandangan. Semoga suatu hari bisa eksplore Bandung juga dengan cara yang santai seperti ini!
Review yang menarik! Bener-bener dapet perspektif beda ya kalau liat gedung-gedung bersejarah di Bandung dari atas bus terbuka kayak gitu. Apalagi kalau pas cuacanya lagi adem, pasti syahdu banget. Makasih ya sudah berbagi rute dan tipsnya!
Saya sudah serung bolak balik ke Bandung tapi Qodarullah belum pernah naik Bandros ini. Jadi nambah tergoda niih baca artikel tentang bandros. Puas keliling Bandung ini siih…kendaraannya unik lagi…jadi pengen naiik sekaramg 😍😍
Aku belum pernah nyobaik Bandros kak. Seru ya kalau bisa naik bis jalan² gini. Aku inget dulu pas masih kerja sebagai travel guide, punya satu acara namanya klinong² di SBY, jadi kita menyusur jalan² kampung dan area heritage gitu buat denger sejarah dari kota di SBY.
Next pas ke bandung lagi pengen nyobain Bandros nya. Mana harganya juga cukup terjangkau. 🥰🥰
Baca tulisan ini jadi pingin main ke Bandung lagi sekalian naik bandros. Aku belum pernah sekalipun naik ini padahal udah bolak-balik ke Bandung. Malah anakku yang udah naik duluan karena pernah field trip sama sekolahnya. Rutenya juga sama yang lewat Braga sekalian berkunjung ke Museum KAA… Seru banget keliatannya naik bandros ya kak…
seru ya pastinya naik bandros ini karena bisa mengetahui berbagai sejarah bangunan di kota Bandung. Dulu di kotaku juga ada bus buat keliling kota gini sayangnya sekarang sudah nggak ada lagi
Aku jadi kepikiran buat nyaranin sepups aku yang rencananya minggu ini mau main ke Bandung.
Kan mau ada Job Fair ITB tuuh.. pasti pada penasaran jalan kemana kemana gitu yaa..
Yang gampil memang naik bandros.. dan bisa menikmati keindahan Bandung dari berbagai kacamata.. sejarah, moderninsasi, kultur dan miniatur masyarakatnya yang mostly kaleum kaleum..