Kadang aku tuh mikir, Geng. Emang journaling cuma buat menumpahkan semua kegundahan dan permasalahan diri? Bisa nggak sih blogger ambil manfaat journaling buat ide konten gitu?
Bukannya apa ya. Dengan journaling tuh ‘kan kayaknya gampang banget menyimpan semua ide yang sempat terlintas tapi nggak sempat kita tuliskan.
Ya kali, kita dapat ide pas lagi ada panggilan alam bisa langsung menulis. Pan di toilet nggak sempat nenteng laptop yak. Paling banter juga nenteng ponsel. Itupun buat hiburan sambil pup doang.
Kalau buat menulis artikel kok rasanya kureng gitu lho. Belum risetnya biar artikelnya makin berisi. Kurang leluasa.
Makanya, aku tuh pinginnya bisa ambil manfaat journaling buat menyimpan semua ide konten yang sempat terlintas. Yuklah kita bahas, Geng!
Apa Hubungan Journaling dengan Ide Konten?
Misalkan, kalian mendengar kata journaling, apa sih yang langsung terlintas di benak kalian? Tulis semuanya di kolom komentar ya!
Kemungkinan, kalian akan langsung membayangkan buku harian yang berisi tentang cerita, bisa kegiatan sehari-hari atau problem yang sedang membebani.
Kemungkinan lain, kalian akan memikirkan tentang list rasa syukur atau keinginan yang belum atau lagi kalian usahakan.
Yah, masih ada banyak sih kemungkinan-kemungkinan lainnya. Cuma pernah nggak sih, kalian membayangkan jurnal sebagai tempat menyimpan berbagai hal yang melintas di kepala?
Sebagai blogger, aku yakin kalian sering kepikiran ide artikel di waktu-waktu yang nggak tepat.
Atau gini deh. Pas lagi membaca buku, pasti adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan pengen kalian jadikan artikel.
Skenario lainnya, kalian bisa jadi kebayang sama pengalaman menarik selama bekerja dan mungkin akan bermanfaat untuk orang lain.
Semua itu bisa lho kalian simpan dalam jurnal. Terus, buka jurnalnya pas lagi butuh ide konten dan lagi buntu banget.
Aku jamin, nggak ada lagi cerita sudah mantengin laptop berjam-jam tapi nggak ada satu paragraf pun yang berhasil kalian tulis.
Soalnya, kebiasaan journaling kalian bisa menjadi salah hal yang membantu untuk menjaga kreativitas tetap hidup. Benar nggak, Geng?
Manfaat Journaling Bagi Blogger
Ada banyak permasalahan yang blogger hadapi saat menulis artikel. Kayak, kehabisan ide konten, sulit fokus saat menulis, atau yang paling parah merasa kreativitas sedang menurun.
Pernah nggak kepikiran menghadapi semua tantangan itu dengan hal yang sederhana. Journaling misalnya.
Karena ternyata, ada banyak manfaat journaling bagi blogger lho. Khususnya, bagi blogger yang sering kehabisan ide, kayak aku gini, Geng.
1. Bantu Menangkap Ide Sebelum Terlupakan

Kalian tahu nggak sih, Geng? Menurutku, ide tuh punya kebiasaan yang unik banget. Paling nggak begitulah yang kurasakan.
Ide tuh sering banget datang saat aku lagi nggak siap.
Gimana mau siap? Wong munculnya pas aku lagi mencuci piring. Kadang muncul pas aku lagi menunggu antrean bayar belanjaan di minimarket. Paling sering, muncul pas aku lagi pup.
Kalian pikir idenya bakalan bertahan sampai aku punya waktu buat membuka laptop untuk menuliskannya? Oh, nggak bisa.
Idenya yang memilih waktu random buat muncul di otak itu kayaknya nggak betahan orangnya. Dia gampang banget perginya.
Terus meski sudah berusaha memeras otak, itu ide ogah balik lagi. ‘Kan rada semprul ya.
Makanya, aku mulai rutin mencatat apapun yang terlintas di pikiranku. Nggak harus rapi sih. Yang penting tersimpan dan gampang kutengok lagi nanti.
Dengan begitu, aku berhasil menyelamatkan ide konten dalam jurnal yang kupunya.
Kalau kataku ya, jangan cuma membayangkan journaling sebagai kegiatan menulis buku harian doang deh. Pada kenyataannya, punya jurnal bisa lebih fleksibel dari itu lho.
Kabar baiknya, aku sudah pernah membahas lebih lengkap tentang apa itu journaling, mulai dari pengertian sampai berbagai bentuk journaling yang bisa kalian sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
2. Jadi Mudah Menemukan Topik dari Pengalaman Pribadi
Sebagai blogger, aku lumayan sering menjadikan pengalaman sehari-hari sebagai bahan tulisan yang menarik. Jadi lebih otentik gitu tulisanku.
Contoh, aku menulis artikel yang membahas kesalahan yang pernah kulakukan saat mengatur keuangan. Atau tulisan tentang affiliate marketing bisa jadi passive income yang realistis.
Hal-hal yang kelihatannya biasa aja, ternyata sering kali relatable buat pembacaku lho, Geng.
Ketika semuanya kucatat dalam jurnal, aku jadi lebih mudah melihat pengalaman mana yang berpotensi akan berkembang menjadi artikel yang bermanfaat.
3. Bantu Mengenali Pola Minat dan Ketertarikan

Salah satu hal menarik dari journaling adalah kesempatan untuk membaca ulang catatan lama. Dari sana, aku sering menemukan pola yang sebelumnya nggak kusadari.
Misalnya nih, ternyata aku sering menulis tentang produktivitas, kebiasaan menulis, pengelolaan keuangan, atau refleksi diri dan semacamnya.
Pola itu membantuku untuk memahami topik apa yang memang kusukai dan sering kupikirkan.
Bagi blogger, informasi kayak gini sangat berharga. Kenapa? Soalnya, bisa membantuku untuk menentukan arah konten yang lebih konsisten.
Tahu sendiri ‘kan? Search engine sekarang lebih seneng sama blog yang punya topical authority. Iya nggak sih, Geng?
4. Jadi Tempat Menyimpan Pertanyaan yang Bisa Kuubah Menjadi Artikel
Aku tuh sering mendengar, katanya banyak artikel yang baik berawal dari menjawab sebuah pertanyaan. Katakanlah, pembaca mungkin punya pertanyaan dan mencari jawabannya di artikel.
Misalnya:
- Kenapa aku sulit konsisten menulis?
- Gimana sih cara mengelola ide blog agar nggak tercecer?
- Apakah journaling bisa membantu produktivitas?
Aku sih yakin, pertanyaan-pertanyaan kayak gini bakalan sering muncul di tengah aktivitas kalian sehari-hari.
Maksudku, ketimbang membiarkannya lewat begitu saja, aku sih memilih untuk mencatatnya dalam jurnal.
Tahu nggak apa yang lebih menarik? Kadang, satu pertanyaan bisa berkembang jadi beberapa ide artikel sekaligus lho, Geng.
5. Bantu Mengatasi Overthinking Saat Menulis
Tantangan yang kuhadapi saat menulis tuh bukan cuma karena nggak punya ide sih. Kadang, masalahnya justru karena terlalu banyak berpikir.
Aku pernah menghabiskan waktu lama cuma untuk memikirkan kalimat pembuka sebuah artikel. Nggak tahu ya, menurutku bikin kalimat pembuka yang ‘ngena’ ke pembaca tuh nggak pernah simpel.
Kalau kalimat pembukannya saja nggak kelar-kelar, gimana aku mau lanjut menulis artikelnya coba?
Percaya atau nggak, journaling bantu aku untuk mengurangi tekanan-tekanan kayak gitu.
Di jurnal, aku bisa menulis apa saja tanpa memikirkan SEO, struktur artikel, atau apakah tulisan itu akan dibaca banyak orang. Sama sekali nggak kepikiran hal-hal kayak gitu.
Aku ya cuma menulis saja apa yang terlintas di pikiran. Habis itu, biasanya sih proses menulis artikel jadi lebih ringan. Coba deh, Geng!
6. Menyediakan Bank Ide yang Bisa Kugunakan Kapan Saja

Salah satu manfaat favoritku dari journaling tentu saja aku jadi punya semacam bank ide pribadi.
Pas lagi semangat-semangatnya, aku bisa mencatat banyak ide sekaligus. Saat lagi kehabisan inspirasi, aku tinggal membuka lagi jurnal yang sudah kutulis.
Rasanya, sudah kayak menemukan kotak harta karun buat blogger gitu lho, Geng. Isinya berbagai topik yang siap kukembangkan jadi artikel.
Praktis, kebiasaan ini bikin aku nggak terlalu bergantung pada datangnya inspirasi secara tiba-tiba. Hal random begini sudah terlewati dan waktunya eksekusi sih.
Cara Memulai Journaling untuk Mencari Ide Konten
Gimana? Setelah tahu manfaat journaling bagi blogger, apa kalian tertarik mencobanya? Sebenarnya, nggak perlu mulai dengan cara yang rumit kok.
Aku sendiri malah seringnya pakai metode sederhana. Setiap hari, aku cukup mencatat, kayak:
- Hal menarik yang dipelajari hari ini.
- Pertanyaan yang muncul sepanjang hari.
- Pengalaman yang memberikan pelajaran baru.
- Ide artikel yang tiba-tiba muncul.
- Masalah yang baru saja berhasil kuselesaikan.
Kalian bisa pakai buku catatan biasa atau aplikasi digital. Ya, semisal kalian lebih suka membuat jurnal yang visualnya menarik, tenang! Ada banyak template menarik di canva yang bisa kalian gunakan kok.
Aku juga lumayan sering mencari inspirasi tata letak jurnal dari kreator yang membagikan proses kreatif mereka, salah satunya dari nengtantidoodle.
Pada akhirnya, yang terpenting bukan seberapa estetik jurnal yang kalian buat sih. Tapi, gimana konsistensi dalam mencatat.
Journaling Bisa Jadi Sahabat Kreativitas Blogger
Kalau kupikir-pikir lagi, ide konten sebenarnya ada di sekitar kita setiap hari lho. Masalahnya, sering kali ide itu datang dan pergi begitu cepat.
Makanya, journaling bakalan membantu kita untuk menangkap berbagai pemikiran, pengalaman, entah itu pertanyaan, dan pelajaran yang mungkin terlewat begitu saja kalau nggak segera dicatat.
Sejak menjadikan journaling sebagai kebiasaan, aku merasa proses mencari ide nggak lagi sesulit dulu deh.
Bukan karena aku selalu punya inspirasi baru setiap hari, tapi lebih karena aku punya tempat untuk menyimpan inspirasi yang pernah datang.
Bagi blogger yang sering merasa kehabisan ide konten, aku pikir journaling bisa kalian jadikan solusi deh. Meski tentu saja bukan solusi instan.
Namun, kebiasaan sederhana ini bakalan jadi teman yang membantu untuk menjaga kreativitas tetap menyala. Sedikit demi sedikit. Setiap hari.
