Skip to content

Tempat Berbagi Ide

Tempat Ide Numpuk, Eksekusi Nunggu Mood.

Menu
  • Home
  • Tentang Tempat Berbagi Ide
  • Bisnis
    • Blogger
  • Hobi
    • Menulis
    • Traveling
  • Pengembangan Diri
  • Teknologi
Menu
mitos journaling yang bikin malas mulai

Mitos Journaling yang Bikin Banyak Orang Malas Mulai

Posted on Juli 4, 2026Juli 4, 2026 by admin

Hai Geng! Lagi kepikiran mau bikin jurnal nih. Tapi kok aku merasa keder duluan ya. Gara-garanya, aku malah mendengar beberapa mitos journaling.

Nggak cuma mendengar sih tepatnya. Niatan ingin menulis jurnal juga munculnya ‘kan karena melihat unggahan jurnal-jurnal yang penuh stiker, tulisan rapi, dan layout yang cantik.

Aku jadi merasa kalau bikin jurnal harus secakep itu. Gimana nggak minder?

Okelah. Urusan merangkai kata atau menulis panjang sih bukan masalah buatku. Toh, aku sudah terbiasa menulis artikel yang lumayan.

Sing nggak enak tuh aku juga berpikir journaling kudu kulakukan setiap hari. Kayak, kemana lagi aku harus mencari ide? Mencari ide buat artikel saja rasanya sudah setengah hidup.

Eh lha kok temanku yang sudah duluan bikin jurnal malah bilang, semua yang kupikirkan tuh cuma mitos, Geng. Bayangkan!

Gemas deh. Pikiranku ternyata ribet. Padahal, journaling sebenarnya fleksibel. Nggak ada aturan bakunya.

Setiap orang bebas berekspresi sama jurnalnya masing-masing. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan dan rutinitasnya.

Kalau kalian masih ragu untuk mulai journaling sementara kalian butuh, yuk kita luruskan beberapa mitosnya, Geng!

Table of Contents

Toggle
  • Kenapa Banyak Orang Malas Mulai Journaling?
  • Mitos Journaling yang Bikin Kalian Malas Mulai
    • Mitos 1: Journaling Harus Dilakukan Setiap Hari
    • Mitos 2: Journaling Harus Pakai Buku yang Estetik
    • Mitos 3: Tulisannya Harus Bagus dan Rapi
    • Mitos 4: Journaling Cuma Isinya Curhatan
    • Mitos 5: Journaling Harus Menulis Panjang
  • Journaling Itu Sebenarnya Sederhana
  • Kesimpulan

Kenapa Banyak Orang Malas Mulai Journaling?

Terlepas dari semua mitos bikin jurnal yang sudah kalian dengar juga. Aku paham sih kalau sebenarnya ada akar alasan yang bikin kalian malas mulai bikin jurnal, kayak misalnya:

  • Overthinking duluan sebelum mulai.
  • Suka membandingkan diri dengan orang lain.
  • Berpikir semua hobi harus kalian kuasai.
  • Alih-alih fokus sama tujuan, kalian malah terlalu fokus sama cara.
  • Percaya sama informasi yang belum tentu benar.

Kalian jadi punya standar jurnal yang harus terpenuhi untuk dilihat orang lain. Terus lupa kalau tujuan journaling bukan untuk ajang pamer.

Kalian ‘kan bikin jurnal sebagai media menuangkan pikiran, menyimpan pengalaman, atau sekadar berhenti sejenak di tengah kesibukan. Iya nggak, Geng?

Gini deh! Kalau kalian masih bingung sama konsep dasar journaling, baca deh artikelku tentang apa itu journaling biar punya gambaran yang lebih utuh.

Mitos Journaling yang Bikin Kalian Malas Mulai

Oke. Lebih lanjut bakalan kita bahas apa saja mitos journaling yang mungkin sudah kalian dengar. Terus, mari kita luruskan semua mitos tersebut.

Mitos 1: Journaling Harus Dilakukan Setiap Hari

journaling nggak harus dilakukan setiap hari

Kalian berpikir gini juga nggak sih, Geng? Journaling kudu setiap hari. Nggak boleh lewat meski sehari doang. Kalau lewat, ya sudah, kalian gagal.

Satu hal yang kalian harus tahu. Nggak ada aturan yang mengharuskan kita menulis jurnal setiap hari.

Kalau memang minggu ini kamu nggak sempat menulis jurnal karena jadwal pekerjaan lagi padat, nggak masalah.

Cuma pastikan saja. Kalau kalian menulis jurnal, apapun yang kalian tulis benar-benar membantu kalian.

Entah itu untuk mengeluarkan beban di hati, menyimpan kenangan, atau apapun manfaat journaling bagi blogger yang kalian harapkan.

Maksudku begini lho, bukannya lebih baik menulis satu halaman setiap minggu ketimbang memaksakan diri menulis setiap hari lalu merasa terbebani. Betul nggak, Geng?

Mitos 2: Journaling Harus Pakai Buku yang Estetik

Ini nih penyakitnya. Pertama kali, aku melihat journaling milik temanku ya kupikir bagus banget. Estetik gitulah.

Aku nggak cuma ngomongin soal stiker-stiker lucu menggemaskan yang tertempel atau tulisan tangan yang indah-indah.

Tapi, aku fokus sama buku yang dia pakai. Pulpen warna-warninya. Sama itu, doi juga pakai washi tape yang estetik.

Makanya, aku berusaha dulu mengumpulkan peralatan journaling yang kupikir bakal bikin jurnalku estetik. Cuma masalahnya, emang kita bisa meramal apa yang akan kita tulis di masa depan ya?

Nggak bisa, Geng. Stiker-stikernya nggak terkumpul. Wassalam. Aku nggak mulai-mulai journaling deh.

Padahal kenyataannya, buku tulis biasa juga sudah cukup kok, Geng. Bahkan, kalau kalian memang lebih nyaman mengetik di ponsel atau laptop, itu juga nggak masalah.

Yang harus kalian ingat, yang bikin sebuah jurnal berharga bukan sampul bukunya. Tapi, cerita dan pengalaman yang tersimpan di dalamnya.

Maksudku, mulai saja bikin jurnal dulu. Pakai buku tulis biasa atau aplikasi journaling juga boleh.

Nanti, kalau kalian sudah mulai rutin menulis dan pengen mencoba format lain baru deh eksplorasi berbagai jenis-jenis journaling yang sesuai dengan gaya menulis kalian.

Mitos 3: Tulisannya Harus Bagus dan Rapi

tulisan journnaling nggak harus bagus dan rapi

Ini bukan cuma membahas soal tipe font atau apapun yang kalian sebutkan ya. Tapi, banyak juga lho yang berpikir kalau journaling sama kayak menulis artikel atau cerpen.

Padahal nggak begitu, Geng. Journaling adalah ruang pribadi. Kalau hari ini, kalian hanya ingin membuat daftar poin-poin, silakan.

Misal besok, kalian cuma pengen menulis tiga kalimat, juga nggak masalah.

Nggak akan ada guru yang memberi penilaian. Mana ada ada editor yang akan mengoreksi tata bahasa?

Ini yang nggak kalah penting, kalau kalian nggak mengijinkan, jelas nggak mungkin ada pembaca yang menunggu tulisan kalian jadi sempurna.

Maksudku, semakin kalian berhenti mengejar kesempurnaan, biasanya kalian akan semakin mudah menikmati proses journaling-nya.

Mitos 4: Journaling Cuma Isinya Curhatan

Aku juga dulu sering mendengar mitos ini. Apalagi yang kulihat waktu itu ya cuma jurnal temanku yang memang isinya curahan hatinya.

Tapi ‘kan nggak semua orang bisa menulis apa yang ada dalam hatinya dengan mudah. Gimana dong?

Hal ini harus kalian pikirkan ulang. Memang benar, ada orang yang menggunakan jurnal sebagai media untuk mencurahkan perasaannya. Tapi, kalian harus pahami bahwa isi jurnal sebenarnya bisa sangat beragam.

Contoh, katakanlah kalian adalah seorang food blogger yang senang mencoba tempat makan baru. Kalian mungkin membutuhkan semacam media untuk mendokumentasikan apa yang sudah kalian cicipi.

Ya sudah, setelah berburu kuliner, kalian bisa menuliskan semua kesan tentang rasa makanan, suasana tempat, ide foto, sampai inspirasi konten yang muncul selama perjalanan.

Atau kalau kalian suka bepergian, pengalaman tersebut bisa kok berkembang jadi sebuah travel journal yang isinya tentang cerita perjalanan, tiket, foto, sampai hal-hal kecil yang mungkin akan terlupakan kalau nggak segera kalian catat.

Yakin deh! Semakin sering menulis, kalian akan menyadari bahwa jurnal bukan hanya tempat menyimpan emosi. Tapi, kalian juga bisa menyimpan pengalaman dan ide.

Mitos 5: Journaling Harus Menulis Panjang

Siapa bilang? Nggak harus kok, Geng. Kadang, malah tulisan yang paling singkat yang rasanya paling bermakna. Misalnya seperti ini.

  • Hari ini aku belajar…
  • Hal yang paling kusyukuri hari ini…
  • Besok aku ingin…
  • Satu hal yang ingin kuperbaiki…

Empat kalimat sederhana kayak begini saja sudah bisa kok jadi sebuah jurnal, Geng. Intinya, tulis atau bikin jurnal saja dulu. Meski dengan kalimat sederhana pun nggak masalah.

Kalau suatu hari nanti, kalian lagi punya banyak cerita, ya silakan menulis lebih panjang.

Journaling Itu Sebenarnya Sederhana

menulis jurnal itu sederhana

Kalau kalian masih bingung harus mulai dari mana, jangan dibikin rumit. Kalian bisa coba jawab empat pertanyaan sederhana berikut:

  • Apa yang paling berkesan hari ini?
  • Lagi mikirin apa sih hari ini?
  • Apa satu hal yang kalian syukuri?
  • Besok kalian mau melakukan apa?

Tulis semua jawaban yang terlintas di benak kalian, Geng! Dengan begitu, tanpa sadar, kalian ‘kan sudah bikin satu halaman jurnal.

Seiring waktu, kalian bisa coba berbagai pendekatan lain sesuai kebutuhan.

Ada orang yang lebih suka menulis rasa syukur, ada yang mencatat target keuangan, yang lain suka bikin jurnal perjalanan atau jurnal membaca.

Intinya, semuanya sama-sama benar. Soalnya, setiap orang punya tujuan yang berbeda saat journaling.

Kesimpulan

Menurutku, hal yang paling sering menghalangi seseorang untuk mulai journaling bukanlah kurangnya waktu atau kemampuan menulis. 

Justru yang sering jadi penghambat adalah berbagai mitos journaling yang bikin semuanya jadi terlihat rumit.

Padahal, journaling nggak harus kalian lakukan setiap hari, nggak harus pakai buku yang mahal, nggak harus punya tulisan yang indah, dan nggak harus selalu berisi curhatan.

Mulai saja dengan cara yang paling sederhana dan paling nyaman buat kalian. Karena pada akhirnya, jurnal bukan tentang bikin halaman yang sempurna.

Jurnal adalah tentang memberi ruang bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak, mengenali apa yang sedang kalian pikirkan, dan mengabadikan momen-momen yang mungkin suatu hari nanti akan menyenangkan untuk dikenang kembali.

Menurut kalian, ada lagi nggak sih mitos journaling yang belum kusebutkan! List di kolom komentar dong! Yang rapi ya, Geng!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagiide.com adalah tempat curhat ide, eksperimen gagal, dan tips sok bijak. Kalau kamu suka belajar hal baru sambil ngakak (atau mengangguk sok paham), kamu bakal betah di sini.

Tempat Ide Numpuk, Eksekusi Nunggu Mood.

Authornya adalah Mis Yuni Bint Saniro ya. Mari kita bahas sesuatu dengan santai tapi tetap informatif.

Buat kolaborasi, kalian bisa kontak di email yuni.saniro1504@gmail.com

Artikel Terbaru

  • Mitos Journaling yang Bikin Banyak Orang Malas Mulai
  • Travel Journal Berisi Lebih dari Sekadar Cerita Liburan
  • Jenis-Jenis Journaling yang Bisa Jadi Teman Refleksi Setiap Hari
  • Manfaat Journaling bagi Blogger yang Sering Kehabisan Ide Konten
  • Tips Memilih Niche Menulis Biar Lebih Mudah Dapat Klien
© 2026 Tempat Berbagi Ide | Powered by Superbs Personal Blog theme